Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adhi Karya (ADHI) Bukukan Kontrak Baru Rp7,5 Triliun per Oktober 2020

Perolehan tersebut naik 20,8 persen dibandingkan nilai kontrak baru yang didapatkan pada bulan sebelumnya yang senilai Rp6,2 triliun di luar pajak.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 11 November 2020  |  21:56 WIB
U-Shape Girder merupakan pondasi struktur bangunan LRT Jabodebek dengan cetakan beton berbentuk huruf "U". Untuk pertama kalinya U- Shape Girder digunakan di Indonesia dan lahir di pabrik beton pracetak milik ADHI. Teknologi ini diadopsi dari Prancis.  - ADHI.Co.Id
U-Shape Girder merupakan pondasi struktur bangunan LRT Jabodebek dengan cetakan beton berbentuk huruf "U". Untuk pertama kalinya U- Shape Girder digunakan di Indonesia dan lahir di pabrik beton pracetak milik ADHI. Teknologi ini diadopsi dari Prancis. - ADHI.Co.Id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. membukukan kontrak baru senilai Rp7,5 triliun di luar pajak per Oktober 2020.

Sekretaris Perusahaan Parwanto Noegroho mengatakan perolehan tersebut naik 20,8 persen dibandingkan nilai kontrak baru yang didapatkan pada bulan sebelumnya yang senilai Rp6,2 triliun di luar pajak.

“Sehingga nilai total order book senilai Rp38 triliun,” kata Parwanto melalui keterangan resmi, Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut, kontrak baru pada Oktober 2020 didapatkan emiten bersandi saham ADHI tersebut dari proyek pembangunan Jalan Malinau - Semamu di Kalimantan Utara senilai RP193,2 miliar.

Selain itu ada pula pembangunan Jalan Bypass Bandara Lombok - Mandalika fase kedua senilai Rp160,9 miliar, pengaman Sungai Beringin di Jawa Tengah senilai Ro147,6 miliar, Pos Lintas Batas Negara Daerah Natuna di Kepulauan Riau senilai Rp121,1 miliar.

Selanjutnya pembangunan Bendungan Leuwi Keris di Jawa Barat senilai Rp111 miliar dan sisa nilai kontrak baru itu didapat dari proyek bendungan senilai Rp164,1 miliar dan proyek lainnya yang terdiri dari proyek SPAM, pasar, rumah sakit, properti, dll senilai Rp389,5 miliar.

Berdasarkan lini bisnis, Parwanto menunjukkan kontribusi bisnis konstruksi dan energi paling dominan sebesar 90 persen diikuti properti sebesar 9 persen dan sisanya dari lini bisnis lainnya.

Sedangkan dari tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru pada bulan lalu berasal dari proyek gedung sebesar 36 persen, MRT sebesar 19 persen, jalan dan jembatan sebesar 22 persen, serta proyek infrastruktur lainnya 23 persen.

“Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 77 persen, BUMN sebesar 17 persen, sementara swasta/lainnya sebesar 6 persen,” ungkap Muljadi.

Pada tahun ini, ADHI menargetkan kontrak baru dapat diraih sekitar Rp25 triliun hingga Rp27 triliun setelah mempertimbangkan dampak pandemi.

Pada sisa kurang lebih dua bulan ini, Direktur Keuangan Adhi Karya A. A. Gede Agung Dharmawan menyampaikan ada sejumlah kontrak baru dari berbagai proyek yang berpotensi didapatkan perseroan dengan nilai mencapai Rp18,2 triliun yang berasal mulai dari pengerjaan jalan tol hingga proyek reguler seperti revitalisasi bangunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya kontrak baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top