Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Biden Kian Unggul, Investor Asing Belanja Saham Rp711 Miliar

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 3,04 persen ke level 5.260,33 pada Kamis (5/11/2020). Tercatat, sebanyak 312 saham menguat, 148 terkoreksi, dan 246 stagnan.
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan tancap gas terdongkrak aksi beli investor asing yang hampir mencapai setengah triliun pada sesi perdagangan Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 3,04 persen ke level 5.260,33 pada Kamis (5/11/2020). Tercatat, sebanyak 312 saham menguat, 148 terkoreksi, dan 246 stagnan.

Investor asing memborong saham-saham dalam negeri dengan net buy atau beli bersih mencapai Rp711,22 miliar. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi incaran utama asing dengan net buy hingga Rp492,8 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengekor dengan kenaikan Rp257,4 miliar. Investor asing juga memborong saham PT Unilever Indonesia dengan net buy Rp47,1 miliar.

BBCA dan BBRI juga menjadi motor utama kenaikan IHSG. Keduanya naik masing-masing 5,33 persen dan 5,78 persen. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menempati urutan ketiga leaders indeks dengan kenaikan 7,36 persen.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan aksi beli investor asing didorong efek pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS) yang hampir memastikan Joe Biden keluar sebagai pemenang. Selain itu, rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal III/2020 cukup baik meski masih di bawah konsensus.

“Hal ini karena secara kuartalan Indonesia sudah mulai membaik dan berpotensi menjadi lebih baik pada kuartal IV/2020,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (5/11/2020).

Hendriko mengatakan kenaikan hari ini berpotensi mengawali strong bullish trend pergerakan IHSG setelah menembus MA 200 pada 2 hari lalu. Namun, kemungkinan untuk taking profit setelah kenaikan signifikan hari ini tetap ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper