Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi/Hukum di Pasar Modal
Premium

Bandit Investasi Saham, Antara Kekosongan Regulasi & Kerugian Investor Kecil

23 Oktober 2020 | 13:33 WIB
OJK menemukan empat sumber kejahatan di pasar modal, mulai dari manajer investasi hingga profesi penunjang.

Bisnis.com, JAKARTA – Kerugian akibat investasi bodong di Tanah Air mencapai Rp92 triliun dalam 10 tahun terakhir.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK Luthfy Zain Fuady mengatakan nilai kerugian korban investasi itu menurutnya tidak sedikit.

“Apalagi kalau dibandingkan dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar Indonesia per tahun untuk mencapai angka Rp100 triliun agak berat juga. Artinya, jumlah ini tidak kecil dalam 10 tahun,” ujar Luthfy dalam Capital Market Summit & Expo 2020 virtual, Kamis (22/10/2020).

Dia mengungkapkan kerugian yang diderita oleh masyarakat tidak hanya timbul dari investasi bodong. Akan tetapi, kerugian juga bisa muncul dari bentuk investasi yang secara entitas legal.

Luthfy menyebut adanya ruang-ruang kosong dalam regulasi investasi dan kewenangan antar lembaga sering dimanfaatkan pelaku investasi bodong. Mereka, menurutnya dengan cerdas dan berani menciptakan produk investasi yang belum diatur.

“[Produk investasi] didesain memiliki karakter nowhere dalam peta hukum positif investasi,” ujarnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top