Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan perawatan regulator jaringan gas rumah tangga (jargas) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (2/6/2020). - Antara / Rahmad
Premium

Prospek Saham PGAS, Berharap dari Musim Dingin di Utara

23 Oktober 2020 | 22:48 WIB
Siklus alam La Nina akan menyebabkan musim dingin pada tahun ini lebih beku dari periode sebelumnya sehingga membutuhkan lebih banyak energi untuk menghangatkan ruangan.

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan cadangan dan siklus cuaca La Nina membawa harapan pemulihan harga bagi penambang gas alam.

Hal ini dihahrapkan membawa sentimen positif bagi emiten sektor gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).

Berdasarkan data dari Bloomberg, harga gas alam turun 0,03 persen ke US$2,98 per million British thermal units (MMbtu) di New York dalam perdagangan Jumat (23/10/2020) pukul 23.23 WIB.

Meski terkoreksi, sebelumnya harga gas alam melonjak 3,78 persen ke level US$3,023 per MMbtu. Level harga tertinggi sejak Januari 2019.

Secara keseluruhan harga gas alam telah menanjak di atas 60 persen sejak Juni 2020. Keputusan organisasi penghasil minyak melakukan pemangkasan produksi, berdampak pada penurunan pasokan gas alam yang berasal dari sumur-sumur penghasil minyak.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top