Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek Pandemi Masih Berat, Korporasi Diminta Berhemat

Pemerintah menilai dampak pandemi masih berat sehingga para pengusaha diminta menjaga arus kas. Pemerintah juga mengimbau korporasi mengajukan usulan stimulus kepada komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bila diperlukan
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  17:54 WIB
Budi Gunadi Sadikin Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
Budi Gunadi Sadikin Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengimbau kepada dunia usaha untuk memperpanjang nafas hingga akhir 2022, walaupun pertumbuhan ekonomi berpotensi rebound pada 2021.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan aliran kas menjadi fokus penting semua pelaku usaha pada masa pandemi.Sejak pandemi merebak pada Maret 2020, kegiatan perekonomian terhuyung sehingga secara langsung berdampak terhadap kinerja perusahaan pelat merah.

“Saran saya 2021 dan 2022 persiapkan uang yang cukup, jaga cashflow yang cukup, jangan boros spending-nya. Syukur-syukur nanti rebound di 2021. kalau tidak rebound, ya lihat di 2022,” kata Budi dalam sebuah acara webinar Outlook Kebutuhan Baja di Indonesia,, Kamis (22/10/2020).

Budi melanjutkan, bahwa pemerintah akan terus mendukung dan memastikan para pelaku usaha untuk bisa bertahan dalam tekanan.

Apabila pelaku industri, khususnya industri baja, menginginkan bantuan berupa stimulus dari pemerintah disarankan untuk segera menyampaikan kepada komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kita terbuka untuk menerima usulan dari teman-teman. Salah satu yang saya lihat room-nya masih besar mengenai insentif dunia usaha itu dalam bentuk pajak. Saran saya, coba bertahan dengan segala macam cara, kalau butuh insentif terkait pajak atau fiskal tolong segera diajukan,” tutur Budi.

Budi yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PEN menyampaikan penyerapan stimulus PEN saat ini sudah hampir mencapai 50 persen. Dari anggaran Rp695,23 triliun, telah terserap sekitar Rp344 triliun.

Walaupun penyerapan masih terbilang rendah, Budi meyakinkan bahwa dana tersebut sudah masuk lebih besar ke sektor perlindungan sosial, kesehatan, dan UMKM.

“Kita mengganjalnya sudah lumayan. Tahun ini dikasih Rp695 triliun. Saya sampaikan, kalau kesehatan tidak pulih, tahun depan akan butuh segini lagi,” ujar Budi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pandemi corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top