Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, 8 Sektor Bawa IHSG ke Zona Merah Pagi Ini

IHSG bergerak turun 0,13 persen atau 6,66 poin ke elvel 5.119,67 pada pukul 09.20 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  09:28 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG bergerak turun 0,13 persen atau 6,66 poin ke elvel 5.119,67 pada pukul 09.20 WIB.

IHSG sebelumnya dibuka melemah ke level 5.0120,91 pada awal perdagangan hari ini. Pada pukul 09.02 WIB: IHSG bergerak turun 0,43 persen atau 22,13 poin ke level 5.104,20.

Pagi ini, sebanyak 116 saham terpantau menguat, 160 saham melemah, sedangkan 172 saham stagnan.

Sebanyak 8 dari 10 indeks sektoral terpantau melemah, didorong oleh sektor properti yang turun 0,96 persen dan finansial yang melemah 0,52 persen.

Di sisi lain, sektor aneka industri dan infrastruktur masing-masing menguat 1,77 persen dan 0,38 persen.

Director Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar. Kuatnya fundamental perekonomian Indonesia turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG.

Fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” kata William dalam risetnya yang diterima Bisnis, Selasa (20/10/2020).

Ia melanjutkan, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

Hari Ini, William memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 4.889-5.188.

Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher dalam risetnya pada Selasa (20/10/2020) mengatakan penguatan IHSG didukung oleh sentimen positif data perekonomian dari China. 

Tercatat, produk domestik bruto (PDB) China menunjukkan angka 4.9 persen yang masih cukup baik meskipun sedikit dibawah ekspektasi.

Dennies memperkirakan IHSG akan kembali menguat pada perdagangan hari ini. Perdagangan hari ini didorong oleh ekspektasi terhadap vaksin Covid-19 dan stimulus dari Amerika Serikat yang saat ini masih dipertimbangkan. 

Ia melanjutkan, investor juga tengah menanti penetapan suku bunga dari China. 

"Selain itu, investor juga masih menyimpan  kekhawatiran terjadinya lonjakan kasus Covid-19 baik dari dalam negeri maupun dari eropa," demikian kutipan riset tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top