Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Jadi Momentum Restrukturisasi Garuda (GIAA), Ekspansi Lagi Tahun 2021

Pandemi Covid-19 berdampak positif dan negatif bagi maskapai pelat merah tersebut. Pemerintah mengambil kesempatan itu untuk merestrukturisasi Garuda Indonesia secara menyeluruh.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  17:21 WIB
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara menjadikan kesempatan Covid-19 untuk merestrukturisasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. secara menyeluruh.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pandemi Covid-19 berdampak positif dan negatif bagi Garuda Indonesia. Menurutnya, pemerintah mengambil kesempatan itu untuk merestrukturisasi maskapai pelat merah itu secara menyeluruh.

Kartika mengungkapkan beberapa penyakit masa lalu Garuda Indonesia yakni mahalnya leasing pesawat pada masa lalu. Oleh karena itu, selain melakukan penyelamatan, pemerintah juga menegosiasi ulang kontrak seluruh leasing dan berbagai beban keuangan,

“Kemudian realokasi rute-rute pesawat sehingga diharapkan setelah Covid-19 Garuda Indonesia lebih sehat,” ujarnya dalam seminar rangkaian Capital Market Summit & Expo 2020, Selasa (20/10/2020).

Tiko, sapaan akrabnya, mengatakan perusahaan di sektor transportasi seperti Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menghadapi tantangan besar antara kesehatan keuangan dan mencari sumber pertumbuhan baru.

Dia mengklaim selalu berpesan kepada para manajemen dari BUMN untuk bertahan dalam jangka panjang tentunya jauh lebih penting. Jadi, sumber daya difokuskan untuk bertahan.

“Nanti pada 2021 mungkin pada pertengahan 2021 atau akhir 2021 kalau revenue atau traffic sudah kembali ke sebelum Covid-19 paling tidak 75 persen—80 persen baru kami bisa mulai ekspansi lagi,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Garuda Indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top