Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi dan Digitalisasi Jadi Kunci Pendalaman Pasar Modal

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan pendalaman pasar modal harus terus dilakukan, salah satunya dengan memperluas basis issuer, emiten, maupun investor.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  16:20 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Teknologi dan digitalisasi dinilai memiliki peran penting terkait upaya pendalaman pasar modal, terutama untuk menarik investor-investor ritel khususnya kaum milenial.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan pendalaman pasar modal harus terus dilakukan, salah satunya dengan memperluas basis issuer, emiten, maupun investor.

Dia menggarisbawahi pentingnya memperbesar basis investor di pasar modal Indonesia agar tidak selalu bergantung pada sekelompok investor besar yang cenderung lebih sensitive terhadap isu negatif.

“Sementara investor-investor ritel itu investor yang loyal, yang barangkali ini bisa bertahan lama, tidak sensitive terhadap sentimen negatif, yang ini yang harus kita perbesar,” tutur Wimboh dalam sesi webinar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 yang diadakan secara virtual, Senin (19/10/2020).

Wimboh menyebut kekuatan investor ritel telah terbukti selama masa pandemi ini yang mana 73 persen transaksi didominasi ritel. Menurutnya hal ini juga ditopang oleh berkembangnya platform dan fasilitas digital terkait pasar modal.

Dia menuturkan, semakin maraknya aplikasi terkait pasar modal dan gencarnya sosialisasi lewat berbagai kanal digital mampu membuat masyarakat lebih teredukasi dan mengenai pasar modal.

Kemudian, adaptasi teknologi digital dalam unsur-unsur pasar modal membuat akses terhadap pasar modal lebih mudah dijangkau dan hasilnya partisipasi masyarakat pun terus meningkat.

Untuk itu, Wimboh mengimbau agar para pelaku pasar modal terus mengembangkan layanan dan platform digital mereka, termasuk membuat produk-produk yang lebih ramah digital agar dapat memperluas pasar.

“Inilah yang harus selalu kita pupuk. Sekarang ini investor ini adalah milenial yang tentunya melek teknologi sehingga digitalisasi dalam akses market maupun desain produk ini sangat penting,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal OJK
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top