Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Naik, Harga Saham Ikut Terkerek

Vale Indonesia memproduksi nikel dalam matte sebanyak 19.477 ton pada kuartal III/2020. naik 4 persen dari kuartal II/2020. Harga saham Vale juga terdongkrak 4 persen pada perdagangan hari ini, Senin (19/10/2020).
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019)./ANTARA-Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019)./ANTARA-Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan mineral, PT Vale Indonesia Tbk., mampu mencetak pertumbuhan kinerja hingga kuartal III/2020 kendati dibayangi pandemi COvid-19. Saham berkode INCO di sisi lain juga terkerek pada perdagangan hari ini, Senin (19/10/2020).

Berdasarkan rilis kinerja di laman  resmi perseroan, emiten berkode saham INCO itu telah memproduksi nikel dalam matte sebanyak 19.477 ton pada kuartal III/2020.

Realisasi itu lebih tinggi 4 persen  dibandingkan dengan volume produksi perseroan pada kuartal sebelumnya sebesar 18.701 ton. Namun, realisasi itu lebih rendah daripada produksi kuartal III/2019 di kisaran 19.820 ton.

Dengan demikian, dalam sembilan  bulan pertama tahun ini produksi nikel dalam matte INCO sebesar 55.792 ton, naik 10 persen dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 50.531 ton. 

CEO dan Presiden Direktur Vale  Indonesia Nico Kanter mengatakan bahwa operasional perseroan pada kuartal III/2020 lebih dapat diandalkan. Di tengah pandemi virus corona sekalipun, INCO berhasil membukukan volume produksi lebih tinggi.

“Kami berterima kasih kepada semua karyawan atas kerja keras mereka untuk mewujudkan ini dan kami optimis dapat memenuhi target produksi tahun penuh 2020 kami sekitar 73.000 ton,” ujar Nico melalui keterangan resmi, Senin (19/10/2020).

Untuk diketahui, target produksi 73.000 ton tersebut sesungguhnya lebih tinggi daripada panduan kinerja yang telah ditetapkan pada awal tahun ini. 

Sebelumnya, INCO menargetkan produksi tahun ini tidak jauh berbeda dari realisasi produksi tahun lalu sebesar 71.025 ton. Namun, INCO merevisi naik target produksi karena perseroan berpotensi membukukan volume produksi lebih tinggi seiring dengan penundaan proyek peremajaan furnace 4 pada tahun ini.

Proyek peremajaan furnace 4 yang semula direncanakan berjalan pada kuartal IV/2020, diundur menjadi akan dilaksanakan pada kuartal II/2021 dengan mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Di sisi lain, saham INCO ditutup menguat 160 poin atau 4,04 persen ke level 4.120 pada perdagangan hari ini. Saham INCO diperdagangkan sebanyak 23,82 juta lembar senilai Rp97,45 miliar. Sejak awal tahun, saham INCO mampu mencetak kenaikan 13,19 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper