Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertama Kali Sejak 2015, Kapitalisasi Bursa China Lampaui US$10 Triliun

Kapitalisasi pasar saham negara itu sekarang mencapai US$10,04 triliun dan sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg per 12 Oktober.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  08:32 WIB
Ilustrasi. Bursa saham China. -  Qilai Shen/ Bloomberg
Ilustrasi. Bursa saham China. - Qilai Shen/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai kapitalisasi pasar saham China akhirnya tembus lebih dari US$10 triliun untuk pertama kalinya sejak 2015, ketika rekor kehancuran menghapus setengah nilai pasar dalam beberapa bulan dan membebani jutaan investor dengan kerugian.

Pasar saham terbesar kedua di dunia telah menambahkan kapitalisasi hingga US$3,3 triliun sejak mencetak rekor terendah Maret lalu. Tambahan kapitalisasi ini dibantu oleh kebijakan Beijing untuk mendorong perdagangan saham, IPO dan penguatan yuan.

Pasar saham China sebenarnya telah mendekati pencapaian US$10 triliun sejak Juli, ketika pemerintah China bertindak untuk menjinakkan reli spekulatif yang tiba-tiba mendorong sejumlah kapitalisasi besar mendekati level tertinggi dalam 12 tahun.

Kapitalisasi pasar saham negara itu sekarang mencapai US$10,04 triliun dan sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg per 12 Oktober 2020.

Sementara itu, AS memiliki pasar saham dengan kapitalisasi terbesar di dunia, yakni US$38,3 triliun.

Saham China telah menguat sejak libur panjang di tengah optimisme pemerintah akan memperkenalkan reformasi untuk mengubah kawasan di sekitar Shenzhen menjadi pusat teknologi global dan bahwa Partai Komunis yang berkuasa akan memperkenalkan kebijakan untuk merangsang permintaan ketika mengadakan pertemuan besar akhir bulan ini.

Saham telah melonjak selama musim panas karena margin utang naik pada laju tercepat sejak 2015 dan omzet melonjak.

Yuan yang lebih kuat juga membantu menopang pergerakan saham. Mata uang China naik 3,9 persen pada satu kuartal terakhir, terbesar dalam 12 tahun. Peningkatan itu telah mendorong bank sentral untuk menahan reli yuan sambil berhenti mendorong penurunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bursa china kapitalisasi pasar

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top