Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efek Omnibus Law, Emiten Grup Sinarmas Ini Kebanjiran Permintaan Lahan Industri

Hingga akhir tahun, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat permintaan lahan sebesar 120 hektare.
Kota Deltamas, proyek  PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS).
Kota Deltamas, proyek PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengembang PT Puradelta Lestari Tbk. melansir permintaan lahan industri di kawasan industri Greenland International Industrial Center menembus 120 hektare hingga akhir tahun mendatang. Perseroan optimis kinerja penjualan lahan industri makin moncer seiring pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.

Direktur Puradelta Lestari Tondy Suwanto menilai dampak Omnibus Law akan membawa iklim positif untuk investasi di Indonesia dan dapat menarik modal langsung asing (foreign direct investment/FDI).

Pada sisa tiga bulan tahun ini, Tondy mengungkapkan masih ada permintaan atas lahan industri milik perseroan seluas 120 hektar lagi.

“Permintaan tersebut datang dari berbagai sektor, seperti sektor otomotif dan turunannya, sektor pergudangan dan logistik, serta pusat data,” ujar Tondy kepada Bisnis, Selasa (6/10/2020).

Hingga akhir 2020, emiten bersandi saham DMAS itu menargetkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2 triliun. Per September 2020, realisasi prapenjualan telah mencapai Rp1,38 triliun atau 69 persen dari target.

Tondy menjabarkan, nilai prapenjualan berasal dari pemesanan lahan industri seluas 67,7 hektare. Angka itu terdiri dari 50,6 hektare di kuartal I dan kuartal III dan 17,1 hektare di kuartal III.

Dalam catatan Bisnis, sejak 2014, DMAS selalu hampir selalu mencetak penjualan lahan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Sejauh ini, DMAS telah menjual lahan bulk size ke Suzuki (130 hektare), Maxxis International (35 hektare), dan Kohler (20 hektare). Selanjutnya Mitsubishi (51 hektare), Astra Honda Motor (38 hektare), dan SAIC GM Wuling (60 hektare).

DMAS merupakan perusahaan patungan antara Sinarmas Land dengan Sojitz Corporation. Sinarmas Land lewat PT Sumber Arusmulia mengempit 57,28 persen saham DMAS sedangkan Sojitz memiliki 25 persen. Adapun sisanya dimiliki oleh publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper