Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bumi Resources Minerals (BRMS) Right Issue, Siapa Pembeli Siaganya?

BRMS akan menerbitkan 24 miliar saham seri B dan dengan nilai nominal Rp50 per saham serta 24,5 miliar waran seri II yang menyertai penerbitan saham baru tersebut.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  20:06 WIB
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa
Fasilitas pengolahan bijih emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk. berencana menggelar aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan 24 miliar saham seri B dan dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Selain itu, BRMS juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 24,5 miliar waran seri II yang menyertai penerbitan saham baru tersebut.

Atas rencana tersebut, emiten berkode efek BRMS itu akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 November 2020 untuk meminta restu dan persetujuan pemegang saham.

Untuk diketahui, per 31 Agustus 2020 porsi kepemilikan saham BRMS terdiri atas 22,86 persen oleh First Financial Company Limited, sebesar 20,83 persen oleh Wexler Capital Pte, sebesar 10,83 persen oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan 10,71 persen oleh PT Bio-fuel Indo Sumatra.

Kemudian, sebesar 8,02 persen oleh Fountain City Investment, dan sebesar 37,79 persen oleh masyarakat.

Adapun, Wexler baru masuk menjadi pengendali saham BRMS belum lama ini, yaitu setelah perseroan menggelar aksi private placement untuk melunasi kewajiban hutangnya dengan Wexler.

Nilai pinjaman tersebut sebesar US$52 juta atau sekitar Rp729 miliar. Kala itu, BRMS menerbitkan 8,68 miliar saham seri B dengan harga penerbitan Rp84 per saham.

Di sisi lain, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan bahwa pihaknya masih akan menunggu kesepakatan pemegang saham setelah RUPSLB sebelum membuat keputusan keikutsertaan perseroan dari aksi right issue tersebut.

“Lebih baik menanti RUPSLB BRMS bulan depan, Kami akan pelajari usulannya, ditimbang, dan kemudian diputuskan sesuai dengan hal itu,” ujar Dileep kepada Bisnis, Senin (6/10/2020).

Pada penutupan perdagangan Selasa (6/10/2020), saham BRMS parkir di level Rp53, terkoreksi 5,63 persen. Apabila right issue dilaksanakan dengan asumsi harga tersebut, BRMS berpotensi menggalang dana Rp1,27 triliun.

Dengan demikian, BUMI setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp152,64 miliar untuk mempertahankan porsi kepemilikan sahamnya terhadap BRMS.

Catatan Redaksi: Artikel ini mengalami perubahan konten di bagian nilai Rp50 per saham menjadi nilai nominal Rp50 per saham. Nilai nominal atau par tersebut tidak mencerminkan harga pelaksanaan PMHMETD. Mohon maaf atas kekeliruan yang terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue bumi resources minerals
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top