Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BUMN Dominasi Penguatan Indeks LQ45

Pada perdagangan Selasa (6/10/2020) pukul 09.11 WIB, Indeks LQ45 naik 1,21 persen atau 9,1 poin menjadi 764,19. Terpantau 43 saham menguat, sedangkan hanya 2 saham yang terkoreksi.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah saham BUMN mendominasi daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) dalam Indeks LQ45, yang menguat lebih tinggi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan Selasa (6/10/2020) pukul 09.11 WIB, Indeks LQ45 naik 1,21 persen atau 9,1 poin menjadi 764,19. Terpantau 43 saham menguat, sedangkan hanya 2 saham yang terkoreksi.

Dalam waktu yang sama, IHSG naik 42,49 poin atau 0,86 persen menuju level 5.001,27.

Saham BUMN mendominasi daftar top gainers Indeks LQ45. Sejumlah saham yang berada dalam daftar 5 tertinggi ialah WIKA +3,67 persen, BMRI +2,8 persen, PWON +2,91 persen, CTRA +2,9 persen, dan PTPP +2,44 persen.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan hampir semua sektor industri diuntungkan dengan adanya omnibus law. Menurutnya, industri dalam negeri dapat semakin bersaing dengan negara tetangga.

“Sehingga bisa mengundang industri asing dan domestik semakin banyak mendirikan pabrik di Indonesia,” tuturnya.

Edwin mencontohkan beberapa sektor yang diuntungkan adalah sektor yang masuk ke dalam daftar negatif investasi (DNI). Salah satunya sektor yang padat karya seperti tekstil dan rokok.

Selanjutnya, sektor properti untuk kawasan industri dengan emiten seperti AKRA, SSIA, dan BEST akan mendapatkan keuntungan. Adapun, perusahaan properti untuk kelangan menengah ke atas seperti PWON, SMRA, CTRA juga diuntungkan.

Senada, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menyorot sektor padat karya seperti tekstil dan agribisnis akan menikmati keuntungan. Emiten manufaktur termasuk rokok, kertas, kimia, serta aneka industri juga akan mendapatkan berkah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper