Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Omnibus Law, IHSG Naik 1 Persen Tembus 5.000

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 1,08 persen menjadi 5.012,39. Terpantau 130 saham menguat, 19 saham melemah, dan 57 saham stagnan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  09:01 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di zona hijau pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (6/10/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 1,08 persen atau 53,62 poin menjadi 5.012,39. Terpantau 130 saham menguat, 19 saham melemah, dan 57 saham stagnan.

Sebelumnya, pada akhir perdagangan Senin (5/10/2020) indeks ditutup menguat 0,65 persen ke level 4.958,77. Indeks naik berkat penguatan sektor barang konsumsi yang naik 1,61 persen dan sektor finansial yang naik 1,19 persen.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan ada sentimen yang bakal mempengaruhi laju IHSG hari ini. Pertama kabar kepulangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari Walter Reed Medical Center. Trump dirawat di rumah sakit tersebut sejak Jumat lalu, tak lama setelah dia menyatakan diri terinfeksi virus corona (Covid-19).

Hal ini disambut meriah dan gegap gempita oleh investor di Wall Street. Terlebih, ekspektasi diperkuat dengan persetujuan paket stimulus yang telah lama dinanti investor di pasar saham. Untuk diketahui, tiga indeks acuan di Wall Street kompak naik kemarin dan mencetak penguatan terbesar dalam empat pekan.

Bukan hanya pasar saham, bursa komoditas juga ikut sumringah mendengar kabar Trump. Harga minyak tercatat naik 6,32 persen, batu bara naik hampir 1 persen, emas naik 0,76 persen, dan nikel naik 1,59 persen.

“Kombinasi penguatan cukup tajam DJIA dan beberapa harga komoditas serta disetujuinya Omnibus Law berpotensi menjadi sentimen positif pendorong IHSG kembali menguat Selasa ini,” tulis Edwin dalam riset harian, Selasa (6/10/2020).

Setali tiga uang, dia memproyeksi IHSG dapat kembali melanjutkan penguatannya pada hari ini, meski investor masih akan mencermati perkembangan dari kondisi kesehatan Presiden AS Donald Trump dan dari dalam negeri jumlah kasus Covid-19 secara harian masih mencemaskan.

“IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal pergerakan masih berada pada trend konsolidasi jangka pendek namun masih ada potensi bullish juga berhasil breakout resistance terdekat,” katanya dalam riset harian, yang dikutip Bisnis, Selasa (5/9/2020)

Lebih lanjut dia menyebut IHSG bakal bergerak pada level resistance kedua 4.992 hingga resistance pertama 4.975, serta level support pertama 4.928 dan support kedua 4.898.

Sebagaimana diketahui, support adalah level yang membatasi penurunan lebih dalam sedangkan resistance adalah posisi yang membatasi kenaikan lebih lanjut.

Dari dalam negeri, pasar memantau resminya UU Cipta Kerja, dimana mayoritas fraksi di DPR menyetujui pengesahan RUU menjadi UU pada rapat paripurna yang digelar Senin (5/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Omnibus Law
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top