Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerbangan Terpuruk, Ini Jurus AirAsia Indonesia (CMPP) Bertahan dari Pagebluk

AirAsia Indonesia (CMPP) mengandalkan rute domestik untuk bertahan dari tekanan yang melanda industri penerbangan akibat pandemi. Load factor maskapai saat ini rata-rata mencapai 40-50 persen, lebih rendah dari batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar 70 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 24 September 2020  |  18:38 WIB
AirAsia - Bloomberg
AirAsia - Bloomberg

Bisnis.com,JAKARTA— PT AirAsia Indonesia Tbk. mengandalkan rute domestik sebagai motor kinerja keuangan perseroan pada semester II/2020.

AirAsia Indonesia secara resmi menjadi perusahan induk PT Indonesia AirAsia pada 29 Desember 2017. Entitas itu bergerak di bidang usaha penerbangan komersial berjadwal.

Direktur Utama Indonesia AirAsia Veranita Yosephine mengungkapkan seluruh industri penerbangan mengalami tekanan yang besar akibat penyebaran Covid-19. Perseroan tidak dapat menghindari sehingga membukukan kerugian pada semester I/2020

Di tengah kondisi itu, Veranita mengatakan telah mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan memastikan recovery atau pemulihan di posisi maksimal dengan melindungi kesehatan seluruh pihak terkait.

Dari sisi bisnis, lanjut dia, AirAsia mengidentifikasi rute pemulihan yang menjadi prioritas untuk dikembangkan. Menurutnya, rute domestik menjadi prioritas perseroan pada semester II/2020.

Dia menyebut, pengembangan domestik didukung oleh langkah-langkah recovery yang sudah ada di industri penerbangan domestik Indonesia. 

“Jadi, berkaitan dengan peningkatan revenue dan pengembangan rute itu merupakan strategi penting untuk mengatasi kerugian mengingat cash flow menjadi prioritas saat ini,” jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Beberapa waktu lalu, CMPP melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengoperasikan kembali penerbangan berjadwal pada 19 Juni 2020. Setidaknya, ada 11 rute penerbangan domestik dan internasional yang telah dibuka oleh perseroan.

Rute internasional yang dibuka oleh perseroan masih sangat terbatas karena beberapa negara masih memberlakukan larangan masuk untuk perjalanan wisata dari Indonesia dan sebaliknya. 

Adapun, rute internasional CMPP yang beroperasi saat ini yaitu Kuala Lumpur - Surabaya, Kuala Lumpur - Kualanamu, Kuala Lumpur - Lombok dan Penang - Kualanamu. 

Terkait rute baru, Veranita menuturkan hal itu tergantung dari perkembang Covid-19 di Indonesia. Perseroan mengklaim telah memiliki skenario sesuai dengan penanggulangan pandemi di tiap daerah.

Veranita menambahkan saat ini pemerintah masih mengimplementasikan pembatasan load factor atau okupansi sebesar 70 persen. Akibatnya, load factor di beberapa rute potensial perseroan menjadi terbatas.

“Saat ini, average load factor yang dimiliki berada di kisaran 40 persen—50 persen,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2020 yang dipublikasikan Rabu (2/9/2020), AirAsia Indonesia melaporkan pendapatan usaha Rp1,32 triliun per 30 Juni 2020. Realisasi itu turun 55,15 persen dari Rp2,99 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

CMPP juga membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp909,07 miliar pada semester I/2020. Posisi itu naik dari Rp82,53 miliar periode yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia penerbangan Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top