Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seluruh Sektor Tekan IHSG, Pertanian dan Finansial Turun Paling Dalam

IHSG ditutup terkoreksi 1,31 persen atau 65,26 poin ke level 4.934,003 pada akhir perdagangan, dengan nilai transaksi saham di seluruh papan perdagangan senilai Rp5,756 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 September 2020  |  15:20 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Seluruh indeks sektoral menjadi penekan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang harus berakhir di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2020).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,31 persen atau 65,26 poin ke level 4.934,003 pada akhir perdagangan, dengan nilai transaksi saham di seluruh papan perdagangan senilai Rp5,756 triliun.

Sebanyak 123 saham menguat, 305 terkoreksi, dan 144 stagnan. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.919,14-4.999,36.

Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, dengan pelemahan terbesar dialami sektor pertanian yang terkoreksi 2,5 persen, disusul sektor finansial yang melemah 1,97 persen.

Sementara itu, sektor aneka industri mencatatkan pelemahan terkecil dengan ditutup terkoreksi 0,37 persen, disusul sektor perdagangan yang melemah 0,66 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan ada beberapa faktor yang menekan IHSG. Salah satunya kekhawatiran terhadap gelombang kedua Covid-19.

“Jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (22/9/2020).

Nafan mengatakan laporan intelijen dari FinCEN Files juga turut mempengaruhi perilaku pasar. Menurutnya, investor kini menjadi bersikap wait and see.

Lebih lanjut, dia menilai pasar tertekan akibat minimnya data makro ekonomi yang memberikan pengaruh positif terhadap pasar. Sentimen itu baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kawasan Asia Timur kembali memanas mengingat adanya ketegangan antara China dengan Taiwan,” paparnya.

Nafan menambahkan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait revisi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 juga menekan pasar. Data itu memberi gambaran Indonesia resmi memasuki resesi.

Berikut ini pergerakan indeks sektoral IHSG pada perdagangan hari ini:

Pergerakan indeks Sektoral
SektorPerubahan (persen)
Aneka Industri-0,37
Perdagangan-0,66
Properti-0,78
Infrastruktur-0,82
Industri dasar-0,87
Manufaktur-0,99
Tambang-1,18
Barang Konsumsi-1,2
Finansial-1,97
Pertanian-2,5

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top