Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham LQ45 Turun, Hanya Indofood (INDF) yang Hijau

Pada pukul 09.30 WIB, IHSG melemah 1,46 persen atau 72,91 poin menjadi 4.926,45, dan indeks saham LQ45 melesu 1,83 persen atau 14,06 poin ke level 753,91.
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham anggota Indeks LQ45 cenderung turun pada awal perdagangan Selasa (22/9/2020). Hanya ada 1 saham yang menguat, yakni  PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF).

IHSG dibuka di level 4.947,73 dan langsung terperosok 76,53 poin atau 1,53 persen ke level 4.922,82. Terpantau hanya 42 saham yang menghijau sedangkan 204 memerah dan 90 lainnya stagnan.

Pada pukul 09.30 WIB, IHSG melemah 1,46 persen atau 72,91 poin menjadi 4.926,45. Adapun, indeks saham LQ45 melesu 1,83 persen atau 14,06 poin ke level 753,91.

Dari 45 saham dalam Indeks LQ45, hanya 1 saham yang menguat yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), yang naik 0,33 persen ke level Rp7.550.

Sementara itu, sejumlah saham yang menjadi top losers Indeks LQ45 adalah AKRA -3,38 persen, SMRA -2,65 persen, INCO -2,33 persen, MDKA -3,82 persen, dan BSDE -1,88 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher telah memprediksi koreksi indeks. Menurutnya, selain masih dibayangi kecemasan akan tingginya kasus Covid-19, pasar mulai khawatir dari sentiment global terkait isu pencucian uang oleh beberapa bank besar.

Di sisi lain, bursa saham AS juga ditutup melemah. Pelemahan yang cukup drastis ini didukung oleh beberapa hal seperti kepanikan investor atas peningkatan kasus covid yang mengakibatkan Inggris lockdown kembali dan stimulus AS yang makin terpuruk.

Bursa saham Asia dibuka melemah mengikut pergerakan saham US. Bursa Jepang masih ditutup untuk berlibur. Kurangnya katalis sperti data ekonomi mendorong investor untuk memperhatikan pertumbuhan kasus covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper