Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Global Melonjak Tinggi, Bagaimana Harga Emas Antam?

Harga emas bergerak naik pada hari Jumat karena dolar AS yang melemah seiring dengan pesimisnya data tenaga kerja AS.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 18 September 2020  |  13:35 WIB
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas global mengalami penguatan seiring dengan masih tertekannya perekonomian Amerika Serikat, pelemahan dolar AS, dan sikap dovish Federal Reserve.

Lantas, bagaimana dampak harga emas dunia tersebut terhadap pergerakan harga emas 24 karat Antam, baik di Butik Antam maupun Pegadaian?

Pada perdagangan Jumat (18/9/2020) pukul 13.16 WIB, harga emas spot naik 9,11 poin atau 0,47 persen menjadi US$1.953,55 per troy ounce.

Adapun, harga emas Comex kontrak Desember 20202 naik 10,3 poin ayau 0,53 persen menuju US$1.960,2 per troy ounce. Adapun, indeks dolar AS koreksi 0,09 persen menjadi 92,89.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas bergerak naik pada hari Jumat (18/9/2020) karena dolar AS yang melemah seiring pesimisnya data tenaga kerja AS.

Di sisi lain, janji-janji bank sentral utama atau Federal Reserve yang akan menggelontorkan stimulus lebih lanjut jika diperlukan untuk membangkitkan kembali ekonomi akibat pandemi melemahkan dolar AS.

"Indeks dolar AS bergerak turun sekitar 0,1% terhadap berbagai rivalnya, membuat harga emas menjadi lebih menarik untuk pembeli yang menggunakan mata uang lain," papar Monex.

Data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis mingguan oleh Departemen Tenaga Kerja AS, menunjukkan hampir 30 juta orang mendapatkan tunjangan pengangguran pada akhir Agustus, menunjukkan kejatuhan ekonomi yang berkelanjutan karena krisis virus corona.

Bank of England kemarin mengatakan bahwa mereka sedang melihat lebih dekat bagaimana mereka dapat memangkas suku bunga di bawah nol karena ekonomi Inggris yang menghadapi tiga pukulan besar dari meningkatnya kasus Covid-19, pengangguran yang lebih tinggi, dan kemungkinan kejutan Brexit baru.

Sementara itu Bank of Japan juga kemarin mempertahankan kebijakan moneter stabil dan mengisyaratkan kesiapan untuk meningkatkan stimulus jika sektor tenaga kerja memburuk karena pandemi yang dapat meningkatkan risiko deflasi.

Dari dalam negeri, harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. atau emas Antam pada hari perdagangan Jumat (18/9/2020) tidak berubah dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram dibanderol Rp1.030.000, atau tetap dibandingkan posisi kemarin.

Untuk emas Antam cetakan terkecil yakni 0,5 gram tidak berubah di posisi Rp545.000.

Selain itu, harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian hari ini juga cenderung stagnan dibandingkan dengan posisi kemarin.

Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas cetakan Antam ukuran satu gram dibanderol Rp1.072.000, atau sama dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara emas cetakan UBS dengan ukuran yang sama dipatok Rp1.032.000, turun Rp6.000.

Untuk harga emas cetakan Antam ukuran terkecil 0,5 gram stagnan dibanderol Rp567.000 sedangkan emas cetakan UBS dengan ukuran sama berada di level Rp553.000, atau turun Rp2.000 dibandingkan kemarin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top