Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hati-hati Koreksi Lanjutan IHSG, Ini Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weaknes sejumlah saham, seperti BRPT, PGAS, dan AKRA.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 September 2020  |  07:14 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih rentan terkoreksi lebih lanjut pada perdagangan hari ini sebelum rebound dalam jangka pendek.

Pada akhir perdagangan Rabu (16/9/2020) IHSG ditutup turun 0,8 persen ke level 5.058.

"Kami memperkirakan IHSG masih rentan untuk melanjutkan koreksinya sekaligus menutup gap yang terdapat pada level 5.016 - 5.051," tulis Tim Riset MNC Sekuritas lewat riset harian, Kamis (17/9/2020). 

Selama IHSG tidak terkoreksi agresif ke bawah 5.016, tampaknya IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek ke arah 5.130 terlebih dahulu. 

Investor diminta untuk tetap waspada apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5.016 bahkan 4.753 karena pelemahan berikutnya akan bergerak ke arah 4.500 - 4.650.

Hari ini MNC Sekuritas memperkirakan level support berada di 5.000 dan  4.753 sedangkan level resistance di 5.220 dan 5.381.

Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan hari ini:

BRPT - Buy on Weakness (785)

Kemarin (16/9), BRPT ditutup menguat tipis ke 785. Selama BRPT belum mampu menguat di atas 835, maka BRPT masih berpotensi terkoreksi dahulu untuk membentuk wave [ii] dari wave (C). Setelahnya, maka BRPT berpeluang berbalik arah menguat.

Buy on Weakness: 730-770

Target Price: 880, 1,000

Stoploss: below 695

 

PGAS - Buy on Weakness (1,085)

Koreksi PGAS sebesar 1,8% yang terjadi kemarin (16/9), diperkirakan merupakan bagian dari wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti, PGAS masih rentan kembali terkoreksi dahulu untuk mengkonfirmasi terbentuknya wave [b]. Setelahnya, PGAS mampu berbalik menguat dengan catatan tidak menembus support 995.

Buy on Weakness: 1,020-1,070

Target Price: 1,170, 1,210

Stoploss: below 995

 

AKRA - Buy on Weakness (2,780)

Pada perdagangan kemarin (16/9), AKRA bergerak menguat 1,5% ke level 2,780. Diperkirakan selama AKRA belum mampu menembus 2,860, maka AKRA rentan terkoreksi untuk membentuk wave [b] dari wave B. Sehingga diperkirakan AKRA akan terkoreksi dahulu dalam jangka pendek sebelum berbalik menguat.

Buy on Weakness: 2,600-2,740

Target Price: 2,860, 3,000

Stoploss: below 2,470

 

UNTR - Sell on Strength (24,025)

Diperkirakan pergerakan UNTR kemarin (16/9) merupakan akhir dari wave [i] dari wave 5. Selanjutnya, UNTR diperkirakan rentan bergerak terkoreksi untuk membentuk wave [ii], diperkirakan level koreksi UNTR berada pada range 22,000-22,850. Level-level tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 24,050-24,500

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top