Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Bergejolak, Manajer Investasi Berburu Saham Murah

Manajer Investasi memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk memborong saham di harga yang murah.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 15 September 2020  |  19:11 WIB
Panin Asset Management - linkedin.com
Panin Asset Management - linkedin.com

Bisnis.com, JAKARTA — Dinamika pasar ternyata banyak dimanfaatkan manajer investasi untuk berburu saham dengan valuasi yang murah untuk portofolio reksa dana.

Salah satu sektor yang dianggap menarik saat pasar koreksi ialah perbankan.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menilai sampai akhir tahun indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan terus bergejolak, meski dia masih optimistis pergerakan IHSG berada dalam tren menguat.

“Menurut saya sih harusnya kalau situasi seperti itu, tren sampai akhir tahun IHSG masih akan menguat, kalau PSBB tidak berubah [lebih ketat],” katanya kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).

Di tengah situasi yang volatil ini, Rudiyanto mengaku Panin AM tidak melakukan rebalancing portofolio. Alih-alih, dia memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk memborong saham di harga yang murah.

“Saat pasar begini justru kami melihat peluang untuk beli saham, terutama perbankan pada harga murah karena pada saat itu ada kesempatan. Kan kayak BBRI bisa turun sampai ARB itu kan jarang-jarang,” selorohnya.

Adapun untuk komposisi aset dasar dari produk-produk reksa dana yang dikelola oleh Panin AM, Rudiyanto menyebut masing-masing produk memiliki spesialisasi dan karakternya masing-masing.

“Kita ada reksa dana saham Maksima dan Ultima, itu memilih sektor properti yang dominan. Lalu reksa dana Teladan dan Unggulan dia lebih ke sektor komoditas. Ada syariah saham juga yang masuk ke telko, masing-masing reksa dana beda-beda,” tutur dia.

Sementara itu jika dilihat dari kacamata investor, Rudiyanto menilai melakukan rebalancing portofolio di saat pasar sangat volatil kurang bijaksana sebab kocok ulang portofolio sebaiknya dilakukan berdasarkan profil risiko, bukan bergantung situasi pasar.

“Karena kalau lagi turun kita ganti, masa nanti kalau naik kita ganti lagi? Jadi rebalancing portofolio bukan karena kondisi pasar tapi lebih karena kita memang mengalami perubahan profil,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham reksa dana
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top