Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Anjlok 1,26 Persen, Asing Lepas Saham BCA Rp221 Miliar

Pada akhir sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG ditutup koreksi 1,26 persen atau 65,14 poin menjadi 5.096,68. Sejumlah 102 saham menguat, 296 saham melemah, dan 138 saham stagnan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 September 2020  |  11:41 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada sesi I perdagangan Selasa (15/9/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, indeks naik 0,41 persen atau 20,99 poin menjadi 5.182,75. Terpantau 155 saham menguat, 21 saham koreksi, dan 122 saham stagnan.

Namun, hingga akhir sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG ditutup koreksi 1,26 persen atau 65,14 poin menjadi 5.096,68. Sejumlah 102 saham menguat, 296 saham melemah, dan 138 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp4,35 triliun dengan net sell investor asing Rp494,8 miliar. Investor asing tampak melego saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

BBCA mengalami net sell paling besar senilai Rp221,1 miliar. Saham milik Keluarga Hartono itu pun anjlok 2,64 persen atau 800 poin menjadi Rp29.450.

Sebagaimana diketahui, mayoritas saham BBCA dipegang oleh Bos Grup Djarum Budi Hartono dan Michael Hartono lewat entitas PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 54,94 persen.

Dalam publikasi risetnya, MNC Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG selama beberapa hari terakhir mulai terbatas. Investor disarankan untuk mewaspadai potensi koreksi dalam waktu dekat.

Pada akhir perdagangan Senin (14/9/2020), IHSG ditutup di level tertingginya, 5.161,82 setelah menguat 145 poin atau 2,89 persen. Tercatat, sebanyak 357 saham menghijau, 115 melemah, dan 135 lainnya stagnan.

"Waspadai pergerakan IHSG yang kami perkirakan meskipun bergerak menguat namun cenderung sudah relatif terbatas, sekalipun mengalami overshoot kami perkirakan akan menuju fibo retracement di 78,6 persen (5.200-5.220)," tulis Tim Riset MNC Sekurtas lewat riset harian, Selasa (15/9/2020).

Investor diminta untuk waspada akan adanya koreksi pada IHSG ke arah 4.500 - 4.650, apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 4.753.

MNC Sekuritas memperkirakan support IHSG pada hari ini berada pada level 4.879 dan 4.753. Sementara level resistance diperkirakan berada pada 5.220 dan 5.381.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bca
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top