Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

7 Hotel Milik Wijaya Karya (WIKA) Siap Masuk Konsolidasi BUMN

Wijaya Karya memiliki dan mengelola sebanyak 7 hotel yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi dan Bali.
Presiden Direktur WIKA Realty Agung Salladin (tengah) berpose usai penandatanganan kerja sama pengoperasian hotel dengan IHG Group./wikarealty.co.idn
Presiden Direktur WIKA Realty Agung Salladin (tengah) berpose usai penandatanganan kerja sama pengoperasian hotel dengan IHG Group./wikarealty.co.idn

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika tercatat memiliki entitas anak yang bergerak di bidang perhotelan.

Berdasarkan laporan keuangan emiten berkode saham WIKA tersebut pada semester I/2020, bisnis hotel perseroan dilakukan oleh anak usahanya yakni PT Wijaya Karya Realty atau Wika Realty.

Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2000 yang juga melayani bidang pembangunan serta pengelolaan perkantoran dan perumahan.

PT Wika Realty adalah entitas anak yang 93,05 persen sahamnya digenggam oleh Wijaya Karya.

Sementara itu, penelusuran laporan keuangan Wika Realty pada 2019 menunjukkan, perusahaan tersebut memiliki dan mengelola sebanyak 7 hotel yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi dan Bali. Di Jakarta dan sekitarnya, Wika Realty memiliki Best Western Premiere The Hive Hotel, Jakarta dan Kyriad Hotel Airport Tangerang

Di Pulau Jawa selain Jabodetabek, perusahaan memiliki portofolio berupa Best Western Papilio Hotel di Surabaya, dan Best Western Premiere La Grande Hotel yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Sementara di Pulau Bali dan Sulawesi, Wika Realty masing-masing memiliki Wyndham Tamansari Jivva Resort dan Golden Tulip Jineng Resort Bali serta Best Western The Lagoon Manado Hotel.

Pada laporan tersebut juga tercatat, keuntungan perusahaan yang didapat dari sektor hotel menunjukkan tren kenaikan. Pada akhir 2019, Wika Realty mengantongi penjualan Rp172,75 miliar dari total penjualan Rp1,48 triliun.

Angka tersebut tumbuh 0,58 persen bila dibandingkan dengan torehan pada 2018 senilai Rp172,02 miliar dari total penjualan Rp1,35 triliun.

Sebelumnya, pada Senin (14/9/2020) kemarin, lima BUMN menandatangani nota kesepahaman pada Senin (14/9/2020) untuk mengkonsolidasikan lini bisnis hotel sebagai langkah untuk mengoptimalisasi hotel milik BUMN.

Adapun, lima perusahaan pelat merah yang memiliki lini bisnis perhotelan adalah PT Pertamina (Persero) dan PT Pegadaian (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN.

Rencana konsolidasi hotel milik BUMN ini juga menjadi penyebab Wika Realty harus menunda debutnya di lantai bursa. Sebelumnya, perusahaan induk Wika Realty menargetkan dapat mengantarkan Wika Realty menjadi perusahaan terbuka pada tahun ini.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan, perseroan telah membahas rencana ini dan memutuskan initial public offering (IPO) anak usahanya tersebut baru akan dilaksanakan pada tahun 2021 atau 2023.

“Proses ini (konsolidasi hotel BUMN) paling cepat selesai tahun depan atau 2023. Setelah itu baru bisa IPO,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper