Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Avrist AM Pede Bisa Raih Dana Kelolaan Hingga Rp7 Triliun

Industri dana kelolaan reksa dana mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Namun, Avrist Asset Management optimis dana kelolaan dapat kembali meningkat seiring dengan pemulihan di pasar modal.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  16:20 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Avrist Asset Management atau Avrist AM optimistis tetap dapat mencapai target dana kelolaan seiring dengan tren positif di pasar modal saat ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, per akhir Desember tahun lalu, Avrist AM mencatatkan nilai aktiva bersih atau dana kelolaan Rp5,28 triliun. Adapun per 31 Juni 2020, dana kelolaannya mencapai Rp3,96 triliun.

Direktur Avrist AM Agra Pramudita mengatakan pihaknya masih percaya diri bahwa untuk memenuhi target pertumbuhan dana kelolaan 30—35 persen dari realisasi tahun lalu atau mencapai sekitar Rp6,68—Rp7,12 triliun.

“Kami tetap optimis,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (25/8/2020)

Agra menuturkan secara industri dana kelolaan reksa dana memang masih mengalami penurunan sekitar 7 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Namun, dia optimis dana kelolaan kembali meningkat seiring dengan mulai membaiknya ekonomi dan likuiditas.

“Karena banyak yang akan mencari aset yang masih underperformed secara year to date,” imbuhnya.

Dia menilai penurunan AUM industri reksa dana saat ini lebih banyak dipengaruhi harga saham yang belum rebound sepenuhnya ke level prapandemi, bukan karena aksi redemption atau pencairan reksa dana.

“Kalau dilihat dari jumlah unit beredar, saat ini hanya turun 2 persen dibandingkan sebelum pandemic atau Desember 2019. Hal ini juga mengindikasikan masih tingginya kepercayaan investor terhadap reksa dana sebagai sarana investasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agra menyebut seiring pemulihan bisnis dan ekonomi, harga efek juga akan kembali naik dan minat investasi akan semakin kuat.

“Sehingga industri reksa dana dapat kembali ke jalur pertumbuhan dimana rata-rata pertumbuhan 5 tahun sebelum pandemi di sekitar 15 persen,” tambah Agra.

Sebagai salah satu strateginya, Avrist AM berencana menerbitkan sejumlah produk reksadana hingga akhir tahun ini, antara lain reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi jika ada underlying yang cocok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana avrist
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top