Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Apple hingga Tesla Menguat, Wall Street Makin Hijau

Wall Street naik karena rebound di perusahaan teknologi.
Logo Apple Inc. di salah satu tokonya di AS/ Bloomberg
Logo Apple Inc. di salah satu tokonya di AS/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar Saham Amerika Serikat kompak menguat seiring dengan dorongan reli sektor teknologi di tengah kegelisahan investor.

Pada penutupan perdagangan Kamis (20/8/2020), Dow Jones naik 0,17 persen menjadi 27.739,73, S&P 500 Index meningkat 0,32 persen menuju 3.385,51, dan Nasdaq naik 1,06 persen ke level 11.264,95.

Mengutip Bloomberg, Wall Street naik karena rebound di perusahaan teknologi. Hal itu menutupi tekanan terhadap pasar saham karena kekhawatiran bahwa pemulihan dari resesi ekonomi yang dipicu pandemi akan membutuhkan lebih banyak waktu.

Reli teknologi mengimbangi penurunan produsen energi dan bank di S&P 500. Saham big caps Nasdaq 100 seperti Apple Inc. dan Tesla Inc. naik menuju rekor. Intel Corp. - pembuat chip terbesar di dunia - melompat karena perusahaan akan mempercepat untuk membeli kembali (buyback) US$10 miliar saham.

Sebelumnya Kamis, ekuitas merosot karena aplikasi untuk tunjangan pengangguran AS secara tak terduga meningkat, dengan klaim pengangguran awal melonjak menjadi lebih dari 1,1 juta.

Reli pasar saham lebih dari 50 persen dari posisi terendah Maret telah melampaui prospek untuk rebound ekonomi di tengah negosiasi yang terhenti tentang langkah-langkah stimulus lebih lanjut.

"Laporan klaim pengangguran tidak benar-benar membuat saya panik," kata John Ham, penasihat asosiasi di New England Investment and Retirement Group.

“Melihat angka itu naik turun tidak mengherankan. Ada banyak uang tunai saat ini yang hanya menunggu kesempatan untuk membeli dengan harga diskon."

Di sisi perdagangan, China mengonfirmasi rencana untuk berbicara dengan para pejabat AS segera untuk meninjau kemajuan pada kesepakatan awal mereka - keterlibatan langka antara ekonomi terbesar di dunia saat hubungan memburuk.

Berbicara di Arizona awal pekan ini, Presiden Donald Trump mengatakan dia membatalkan rencana itu karena dia tidak senang dengan peran negara Asia itu dalam pandemi Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Sumber : bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper