Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Pesimistis, Bursa Asia Memerah

The Fed menyatakan bahwa krisis kesehatan akan sangat membebani aktivitas ekonomi dan kembali menyebut bahwa arah pemulihan ekonomi akan bergantung pada pengendalian virus.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  08:30 WIB
The Fed Pesimistis, Bursa Asia Memerah
Bursa Asia - Bloomberg.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Asia dibuka melemah menyusul pesimisme Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, mengenai pertumbuhan ekonomi AS di paruh kedua tahun ini.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (10/8/2020) index Topix Jepang terkoreksi 0,32 persen dan indeks Nikkei 225 terpantau turun 0,34 persen dari perdagangan hari sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada indeks S&P/ASX 200 Australia yang melemah 0,97 persen di zona merah. Sementara itu, indeks MSCI AC Asia Pasific juga terkoreksi 0,22 persen.

Adapun, indeks berjangka S&P juga terpantau ikut terkoreksi 0,44 persen, begitu pula dengan indeks Dow Jones yang turun 0,31 persen.

S&P terseret turun setelah The Fed menyatakan bahwa krisis kesehatan akan sangat membebani aktivitas ekonomi dan kembali menyebut bahwa arah pemulihan ekonomi akan bergantung pada pengendalian virus.

Para gubernur bank sentral AS juga tampaknya mulai kendor dari kesiapan mereka sebelumnya untuk mengklarifikasi pernyataan mengenai arah pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.

Direktur strategi portofolio di EP Wealth Advisors Adam Phillips menilai di saat para pembuat kebijakan mencari tanda-tanda inflasi, kekhawatiran yang lebih besar untuk The Fed sebenarnya adalah deflasi karena laju pemulihan ekonomi terus melambat.

"Risalah tersebut menyarankan bahwa hasil dari langkah-langkah kebijakan tidak terjamin, dan malah dapat menciptakan beberapa tekanan ke atas pada imbal hasil obligasi jangka panjang dalam waktu dekat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top