Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Mobil Astra International (ASII) Melonjak 108 Persen

Kinerja penjualan mobil Astra International menunjukkan kenaikan dalam dua bulan terakhir sejak turun tajam pada April hingga Mei 2020.
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selasa (16/6)/Nurul Hidayat
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selasa (16/6)/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja penjualan mobil di bawah naungan PT Astra International Tbk., untuk periode Juli 2020 masih berada di jalur kenaikan daripada bulan sebelumnya. Angka penjualan berhasil naik signifikan lebih dari 100 persen secara bulanan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil oleh Grup Astra pada Juli 2020 mencapai 10.140 unit. Realisasi penjualan itu naik 108,8 persen dibandingkan dengan capaian Juni 2020 sebesar 4.856 unit.

Kinerja penjualan mobil emiten berkode saham ASII itu sudah menunjukkan kenaikan dalam dua bulan terakhir sejak turun tajam pada April hingga Mei 2020.

Pada April, ASII hanya mencatatkan penjualan sebesar 3.804 unit. Realisasi ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan penjualan Maret 2020, yang sebanyak 45.931 unit.

Dengan demikian, secara kumulatif penjualan mobil Astra periode Januari-Juli 2020 sebesar 149.645. Namun, perolehan itu turun 49,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 297.727 unit.

Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan bahwa perseroan semakin optimistis setelah melihat pemulihan kembali pada penjualan mobil Astra dan nasional pada dua bulan terakhir, yaitu sejak Juni dan Juli 2020.

“Kami berharap pemulihan ini dapat tetap konsisten hingga akhir 2020, sehingga penjualan mobil nasional diharapkan kembali pulih dan berkontribusi pada perekonomian nasional,” ujar Boy seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (14/8/2020).

Adapun, Astra International melaporkan penurunan pendapatan bersih konsolidasian 23 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp89,8 triliun pada semester I/2020. Kendati demikian, laba bersih perseroan masih tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi Rp11,4 triliun per 30 Juni 2020.

Laba bersih Rp11,4 triliun pada akhir semester I/2020 sudah termasuk dengan keuntungan penjualan saham di PT Bank Permata Tbk. (BNLI). Tanpa memperhitungkan keuntungan itu, laba bersih Grup Astra melorot 44 persen yoy menjadi Rp5,5 triliun per 30 Juni 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper