Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adhi Karya (ADHI) Pede Bisa Raup Kontrak Baru Rp27 Triliun

Kendati perolehan kontrak baru terbilang menantang, Adhi Karya optimistis bisa mencapai target kontrak baru. Pasalnya, perseroan mengikuti sejumlah tender beberapa proyek dan sedang menunggu proses penetapan pemenang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  19:24 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pangsa pasar konstruksi domestik yang besar membuat PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) optimistis dapat mengantongi nilai kontrak baru hingga Rp27 triliun di sisa tahun 2020.

Direktur Keuangan Adhi Karya A.A.G. Agung Dharmawan mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, perolehan kontrak sangat menantang. Namun, pihaknya masih optimistis dapat memperoleh kontrak baru pada semester II/2020 di kisaran Rp25 triliun hingga Rp27 triliun.

Agung mengatakan, saat ini ADHI sedang menjalani proses tender beberapa proyek dan sedang menunggu proses penetapan pemenang. Berdasarkan kepemilikan proyek, tender yang diikuti kebanyakan berasal dari proyek pemerintah dan BUMN, meskipun porsi proyek swasta juga relatif besar

“Proyek infrastruktur masih mendominasi, sekitar 80 persen, kemudian diikuti oleh proyek-proyek industri, property, dan energy,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (13/8/2020).

Untuk saat ini, ADHI tengah fokus mengikuti tender-tender proyek dalam negeri. Agung mengatakan, pangsa pasar konstruksi domestik saat ini masih cukup besar dengan adanya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Meski demikian, dia menambahkan ADHI tidak memiliki kebijakan pembatasan lokasi proyek. Pihaknya akan tetap mengikuti tender proyek dalam dan luar negeri, mengingat pengalaman perusahaan dalam mengerjakan proyek di beberapa negara.

Selain itu, ADHI juga akan berupaya untuk meningkatkan arus kas di sisa tahun 2020. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah percepatan penagihan termin proyek. Hal ini terutama akan dilakukan untuk proyek besar seperti LRT Jabodebek dan jalan Tol Banda Aceh – Sigli.

“Kami juga akan melakukan efisiensi operasional dan optimalisasi kas ADHI dan anak perusahaan secara keseluruhan. Dengan strategi tersebut, ADHI diharapkan akan memperoleh arus kas yang positif di akhir tahun ini,” pungkasnya.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham Adhi Karya ditutup di level 600. Saham berkode ADHI itu turun 10 poin atau 1,64 persen dibandingakn dengan penutupan sehari sebelumnya. Sepanjang perdagangan hari ini, saham ADHI bergerak di rentang 600 hingga 615.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya Kinerja Emiten infrastruktur
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top