Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semester II/2020, Wijaya Karya (WIKA) Bidik Kontrak Rp18 Triliun

Wijaya Karya menargetkan dapat meraih kontrak baru di kisaran Rp17 triliun hingga Rp18 triliun pada semester II/2020.
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis/Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menargetkan dapat mengantongi nilai kontrak baru hingga Rp18 triliun pada paruh kedua tahun 2020.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, perusahaan menargetkan dapat meraih kontrak baru di kisaran Rp17 triliun hingga Rp18 triliun pada semester II/2020.

Secara rinci, sebanyak 80 persen kontrak tersebut akan berasal dari pemerintah dan BUMN, sementara sisanya dari swasta dan proyek luar negeri.

"Untuk di luar negeri, kami sedang mengikuti tender untuk proyek di Taiwan dan Filipina yang nilainya sebesar Rp2 triliun," katanya saat dihubungi pada Kamis (13/8/2020).

Sementara itu, total nilai tender yang sedang diikuti emiten dengan sandi saham WIKA tersebut saat ini mencapai Rp15 triliun hingga Rp16 triliun. Perusahaan juga masih optimis akan ada beberapa tender lagi yang bisa diikuti sampai akhir tahun 2020.

Sepanjang semester I/2020, WIKA tercatat mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp3,4 triliun. Jumlah tersebut jauh dibawah catatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp15,23 triliun.

Perolehan kontrak pada semester I/2020 sebagian besar berasal dari produk-produk precast concrete. Kontributor selanjutnya berasal dari proyek-proyek infrastruktur. Hal tersebut meliputi pembangunan jalanan, gedung-gedung dan lain-lain.

Pada paruh kedua ini, WIKA akan fokus pada proyek-proyek yang memililki capital recycle yang cepat. hal ini dilakukan guna menjaga likuiditas dan arus kas perusahaan tetap sehat.

Untuk menjaga arus kas tetap sehat, WIKA juga akan melakukan efisiensi biaya usaha serta mengoptimalisasi biaya biaya produksi dengan mengoptimalkan supply chain management yang terintegrasi.

Selain itu, penggunaan teknologi terkini seperti Building Information Modelling juga akan membuat pengerjaan proyek menjadi lebih efektif dan efisien sehingga tidak berdampak pada kas perusahaan.

"Keuangan WIKA juga masih tergolong sehat, terbukti dari rating yang kami dapatkan dari Fitch, yakni BB untuk Internasional dan AA- untuk lokal," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper