Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Emas dalam berbagai bentuk dan ukuran dipampangkan di gerai Gold Investments Ltd.  - Chris Ratcliffe/Bloomberg
Premium

Kilau Emas Meredup, Akankah Berlanjut?

12 Agustus 2020 | 15:45 WIB
Pergerakan harga emas telah berhasil mencuri perhatian selama pandemi Covid-19. Lalu bagaimana proyeksi pergerakan harga komoditas investasi tersebut ke depannya?

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah terus menjadi primadona sebagai komoditas investasi dalam beberapa pekan terakhir, kilau emas mulai meredup. Hal itu seiring dengan beberapa optimisme pasar terhadap pengembangan vaksin Covid-19.

Di sisi lain, investor nampaknya mengambil keuntungan dari kenaikan harga emas sebelumnya dengan beralih ke produk investasi lainnya. 

Ada beberapa sentimen menekan harga emas kembali ke level US$1.800 per troy ounce. Angka tersebut bergerak cepat setelah sempat diangka US$2.000 per troy ounce.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (12/8/2020) harga logam mulia beserta komoditas turunannya terpantau melemah.

Harga emas spot turun 2,06 persen menjadi US$1.872 per troy ounce. Selanjutnya, harga emas berjangka Comex kontrak pengiriman Desember 2020 merosot 2,97 persen menjadi US$1.888,4 per troy ounce, hingga pukul 11.39 WIB.

Harga komoditas turunan emas seperti platinum juga melemah 0,93 persen menjadi US$922,55 per troy ounce dan harga perak berjangka Comex kontrak pengiriman September 2020 anjlok 7,71 persen ke level US$24,04 per troy ounce.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top