Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Ekonomi Inggris Suram, Bursa Eropa Fluktuatif

Inggris terperosok ke jurang resesi setelah Negeri Ratu Elizabeth itu membukukan kontraksi 20,4 persen pada kuartal kedua.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  14:45 WIB
Bursa Efek paris. - Christope Morin / Bloomberg
Bursa Efek paris. - Christope Morin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa berfluktuasi pada awal perdagangan Rabu (12/8/2020) di tengah data pertumbuhan ekonomi Inggris yang suram.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 terpantau menguat 0,15 persen atau 0,55 poin ke level 371,31, meskipun sempat melemah hingga 369,83.

Penurunan sektor teknologi dan perawatan kesehatan diimbangi oleh penguatan sektor perbankan.

Investor tengah mempertimbangkan kemungkinan bahwa kebuntuan mengenai pembahasan stimulus di AS dapat menunda paket penyelamatan tersebut dan membebani pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Inggris menderita lebih buruk daripada negara besar Eropa lainnya selama penguncian virus corona. Negeri Ratu Elizabeth itu membukukan kontraksi 20,4 persen pada kuartal kedua.

Sejumlah saham yang menguat tajam pada perdagangan sebelumnya, kini berbalik melemah. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa investor mempertimbangkan untuk beralih dari mengoleksi saham teknologi ke sektor lainnya.

Kepala analis investasi Perpetual Investment Ada Matthew Sherwood mengatakan ada beberapa pengalihan portofolio mengingat kekhawatiran yang terus-menerus mengenai posisi investo dan valuasi di sektor-sektor yang sedang berkembang seperti layanan teknologi dan komunikasi.

"Saham siklis akan terus didukung oleh momentum kejutan ekonomi yang positif," ujarnya, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa indeks stoxx 600
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top