Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Raiz Invest Indonesia Bakal Tambah Penawaran Produk Investasi

Partnership and Marketing Manager Raiz Invest Indonesia Karmela M Kartodirdjo mengatakan saat ini baru ada produk reksa dana konvensional yang ditawarkan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  11:21 WIB
Dari kiri ke kanan : Presiden Direktur Raiz Invest Indonesia Fahmi Arya, Komisaris Raiz Invest Indonesia Michael Luhukay, Partnership & Marketing Manager Karmela Kartodirjo, dan Direktur Raiz Invest Indonesia Setiawan Adhiputro dalam Zoom Meeting Perkenalan Raiz Invest Indonesia dengan Media pada Rabu (5/8 - 2020).
Dari kiri ke kanan : Presiden Direktur Raiz Invest Indonesia Fahmi Arya, Komisaris Raiz Invest Indonesia Michael Luhukay, Partnership & Marketing Manager Karmela Kartodirjo, dan Direktur Raiz Invest Indonesia Setiawan Adhiputro dalam Zoom Meeting Perkenalan Raiz Invest Indonesia dengan Media pada Rabu (5/8 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA — PT Raiz Invest Indonesia (Raiz Invest) berencana menambah penawaran produk investasi lewat platform Raiz, seperti reksa dana syariah, dana pensiun, dan investasi emas.

Partnership and Marketing Manager Raiz Invest Indonesia Karmela M Kartodirdjo mengatakan saat ini baru ada produk reksa dana konvensional yang ditawarkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) asal Australia tersebut.

Ketiga produk tersebut adalah reksa dana saham untuk investor dengan profil risiko agresif, reksa dana pendapatan tetap untuk profil risiko moderat, dan reksa dana pasar uang untuk profil risiko konservatif.

“Saat ini Raiz Invest sedang menyiapkan peluncuran beberapa produk investasi keuangan baru lainnya seperti reksa dana syariah, dana pensiun, dan investasi emas,” kata Karmela pekan lalu.

Adapun diversifikasi produk yang ditawarkan perseroan merespons minat masyarakat yang semakin melek dengan investasi, khususnya investasi mikro berkelanjutan.

Lala, sapaan akrab Karmela, mengatakan metode investasi menggunakan uang receh yang diusung Raiz telah menarik minat kaum milenial yang ingin menyisihkan uang untuk masa depan.

Belum genap setahun sejak diluncurkan di Indonesia, Raiz telah memiliki 100.000 nasabah yang mana lebih dari 23.500 nasabah merupakan investor yang aktif bertransaksi.

Direktur Utama Raiz Invest Indonesia Fahmi Arya pun optimistis target 200.000 nasabah pada akhir tahun nanti akan tercapai.

“Dengan inovasi dan pengembangan fitur pada applikasi Raiz, kami yakin target 200.000 nasabah di akhir 2020 akan tercapai. Ini dikarenakan kami memiliki cara berinvestasi yang terjangkau dan mudah,” ujar Fahmi.

Dirinya menyampaikan kenaikan transaksi dan nasabah dalam laju signifikan tersebut seiring dengan minat investor muda untuk berinvestasi di pasar modal

Untuk mempermudah transaksi, Raiz Invest telah menggandeng PT Bank CIMB Niaga Tbk. serta aplikasi dompet digital DANA dan LinkAja sebagai gerbang pembayaran dari nasabah.

Adapun, fitur yang menjadi andalan Raiz Invest adalah layanan Round-Ups yaitu investasi dengan melakukan pembulatan atas transaksi online yang dilakukan nasabah melalui internet banking yang terdaftar di aplikasi Raiz.

Prosesnya yaitu setiap transaksi perbankan yang dilakukan nasabah akan dilakukannya pembulatan keatas dari nilai transaksi tersebut. Apabila sisihan dana tersebut sudah mencapai Rp50.000 nantinya akan langsung dimasukkan ke dalam portofolio reksa dana yang telah dipilih nasabah.

“Mekanisme pembulatan otomatisasi ini akan membuat nasabah dapat melakukan investasi berjalan dengan sendirinya tanpa harus rutin melakukan transaksi satu per satu,” jelas Lala

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top