Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Saham dan Obligasi Rebound, Dana Kelolaan Reksa Dana Diramal Terus Meningkat

Dana kelolaan industri reksa dana diperkirakan akan terus mengalami kenaikan hingga akhir tahun seiring pemulihan kinerja pasar saham dan obligasi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  18:06 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Dana kelolaan atau asset under management industri reksa dana diperkirakan bisa bertahan di atas Rp500 triliun sampai dengan akhir tahun. Kenaikan harga aset dasar saham dan obligasi disebut bisa menjadi penopang AUM reksa dana selain dari dorongan beli para investor.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan atau asset under management reksa dana naik 4,28 persen menjadi Rp503,2 triliun pada Juli 2020 dari  Rp482,54 triliun pada bulan sebelumnya.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) di sepanjang Juli 2020 turut andil dalam peningkatan AUM reksa dana bulan lalu.

IHSG naik sekitar 5 persen. Rata-rata reksa dana saham juga naik sekitar 3 persen. Itu baru dari kenaikan saham, belum dari subscription,” jelas Wawan kepada Bisnis, Kamis (6/8/2020).

Adapun, kenaikan total AUM dan subscription reksa dana pada bulan lalu juga mencerminkan kepercayaan diri investor untuk kembali berinvestasi di pasar modal. Wawan menjelaskan bahwa kondisi pasar saham yang mulai menguat belakangan ini merupakan ekspektasi investor untuk kuartal III/2020 yang lebih baik dari sisi aktivitas ekonomi dan penanganan Covid-19. 

“Juga kinerja para emiten diharapkan lebih baik di samping juga kesadaran investasi masyarakat yang saya lihat terus meningkat,” tutur Wawan.

Wawan pun masih merekomendasikan produk reksa dana pasar uang untuk dapat diakumulasikan investor untuk jangka pendek 6 bulan—1 tahun. Selanjutnya, reksa dana pendapatan tetap disarankan bagi investor yang memiliki profil risiko jangka menengah hingga 3 tahun.

“Kalau hanya bisa setahun ya pasar uang paling aman. Saham itu untuk yang long term sekali, untuk sekarang ini,” kata Wawan.

Lebih lanjut, Infovesta Utama memperkirakan dana kelolaan reksa dana bisa bertahan di atas Rp500 triliun menjelang akhir tahun ini dengan asumsi IHSG bisa mencapai level 5.400—5.500 dan Bank Indonesia menurunkan suku bunga sekali lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top