Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Menanti Kepastian Stimulus, Bursa Asia Dibuka Variatif

Pada perdagangan hari ini, perhatian investor tertuju pada pembahasan paket stimulus baru di Amerika Serikat untuk melawan dampak negatif pandemi virus corona dari sisi ekonomi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  08:12 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia dibuka variatif seiring dengan sikap investor yang memantau rencana paket stimulus baru dari Amerika Serikat dan rencana pengkajian ulang kesepakatan dagang antara China dan AS.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (5/8/2020), indeks Topix Jepang dibuka di zona merah setelah melemah 0,5 persen. Koreksi juga terjadi pada indeks S&P/ASX 200 Australia yang turun 0,7 persen pada pembukaan perdagangan.

Di sisi lain, bursa Kospi Korea Selatan dibuka di zona hijau setelah naik 0,6 persen pada pagi ini. Adapun indeks berjangka S&P 500 terpantau turun 0,1 persen hingga pukul 09.39 waktu Tokyo, Jepang.

Pada perdagangan hari ini, perhatian investor tertuju pada pembahasan paket stimulus baru di Amerika Serikat untuk melawan dampak negatif pandemi virus corona dari sisi ekonomi. Saat ini, para politisi dari Partai Demokrat dan Partai Republikan masih terus berupaya mencapai kata sepakat.

Sementara itu, pemerintah China dan AS berencana untuk mengkaji ulang kesepakatan dagang yang dilakukan kedua pihak pada pertengahan Agustus mendatang. Hal tersebut dilakukan ditengah memanasnya hubungan antara kedua negara tersebut.

Di sisi lain, negara bagian California di Amerika Serikat melaporkan penambahan jumlah kasus positif virus corona terkecil sejak Juni lalu. Perlambatan juga terjadi di Florida dan Arizona, sementara negara-negara Eropa seperti Jerman, Polandia, dan Belanda melaporkan kenaikan jumlah kasus positif.

“Secara luas, saat ini harga saham tidak dapat dikatakan murah. Kami merekomendasikan konsolidasi atau pembalikan harga karena saat ini nilainya sudah terlalu tinggi,” jelas Presiden Permanent Portfolio Family of Funds, Michael Cuggino.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top