Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hantu Resesi dan PSBB Transisi Bikin Nilai Tukar Rupiah Melempem

Perpanjangan masa PSBB transisi dan kekhawatiran akan terjadi resesi menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah hari ini, Senin (3/8/2020).
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  16:54 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 30 poin ke level Rp14.630 atau 0,21 persen pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (3/8/2020).

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,195 poin atau 0,21 persen ke level 93,544 pada pukul 14.49 WIB. Sepanjang perdagangan, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp14.602,50 s.d Rp14.647,50 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Suabi mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini. Dia menyebut, dari faktor domestik, perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta hingga dua pekan ke depan  akan berakibat terhadap fatal terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB) Kuartal III/2020. Ibrahim mengatakan terdapat kemungkinan penurunan bahkan kontraksi sehingga Indonesia bisa masuk dalam fase resesi.

"Guna untuk menghindari resesi tersebut, Gubernur DKI Jakarta harus berani di 2 minggu ke depan menjadikan masa PSBB transisi menjadi masa PSBB New sehingga perekonomian kembali normal dan bisa menggenjot laju pertumbuhan," jelasnya melalui keterangan resmi, Senin (3/8/2020).

Dia merujuk pada anjuran WHO yang mana menyebut penanganan pandemi virus corona bukan dengan cara menutup kegiatan perekonomian. Menurut WHO, kegiatan sosial dan ekonomi bisa tetap berjalan selama menerapkan protokol kesehatan.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar tengah mengawasi ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing di banyak bidang, termasuk perdagangan, teknologi, dan geopolitik. Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melarang TikTok, aplikasi video populer yang dijalankan oleh ByteDance China.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan esok, Selasa (4/8/2020). Dia memprediksi nilai tukar rupiah akan ditutup melemah di kisaran 30-50 poin."Rupiah akan fluktuatif namun kemungkinan ditutup melemah 30 sampai 50 poin di kisaran Rp14.625 sampai Rp14.680," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Pertumbuhan Ekonomi resesi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top