Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kabar Emiten: GIAA Tarik Pinjaman Bank Rp2 Triliun, Masa Depan Suram Bank Harda

Berita tentang langkah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tengah memproses pinjaman jangka pendek (bridging loan) menjadi sorotan Bisnis Indonesia edisi Senin (3/8/2020).
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017)./Bisnis-Dedi Gunawann
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017)./Bisnis-Dedi Gunawann

BIsnis.com, JAKARTA - Berita mengenai terbukanya peluang pemulihan bisnis emiten sepanjang sisa tahun ini menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Senin (3/8/2020).

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini terkait kinerja emiten dan prospek yang dihadapi.

Emiten Defensif Jadi Primadona. Pembatasan aktivitas sebagai langkah penanggulangan penyebaran Covid-19 berimbas pada kinerja keuangan
sebagian besar emiten pada semester I/2020.

Tantangan Pelik Bank Kecil. Bank-bank kecil akan berisiko menghadapi kondisi kinerja terberat yang dapat mengarah pada pengalihan
posisi pemegang saham pengendali pada tahun ini.

GIAA Tarik Pinjaman Bank hingga Rp2 Triliun. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tengah memproses pinjaman jangka pendek atau bridging loan sebagai alternatif sambil menunggu pencairan dana pinjaman dari pemerintah.

Pasar Obligasi Kian Bertenaga. Perbaikan kondisi pasar obligasi tidak akan menunggu kehadiran vaksin Covid-19. Sejak awal kuartal kedua,
para investor terpantau mulai masuk lagi ke pasar obligasi pemerintah dan yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun telah kembali ke level sebelum pandemi.

IHSG Rawan Terkoreksi. Indeks harga saham gabungan diproyeksi mengalami tekanan pada Agustus sejalan dengan sentimen negatif, termasuk lesunya realisasi kinerja emiten pada semester I/2020.

Konsumsi Landur, Infl asi Diprediksi Kendur. Laju inflasi pada Juli 2020 diprediksi tertekan sejalan dengan lemahnya permintaan
dan berlanjutnya tren penurunan harga bahan pangan.

Retrosesi Lokal Jadi Bantalan. Industri asuransi memanfaatkan retrosesi lokal guna menahan laju premi di tengah buramnya prospek ekonomi
akibat pandemi virus corona, sehingga kinerja perusahaan masih bisa terjaga di tahun ini.

Masa Depan Suram Bank Harda. Keberlangsungan bisnis PT Bank Harda Internasional Tbk. akan makin terancam apabila pelemahan kinerja berlanjut dan kasus pemasaran produk tidak berizin yang melibatkan oknum bank dan pemegang saham pengendali terus dibiarkan.

Laba BBTN dan BNII Masih Tinggi. Dua emiten bank kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. masih mampu membukukan laba yang baik pada paruh pertama tahun ini.

Setelah Dunia Banjir Dana Murah. Kucuran stimulus jumbo di seluruh dunia, secara serentak, guna menekan efek pandemi Covid-19 dalam perekonomian agar tidak jatuh ke dalam resesi parah baru akan terlihat efek sampingnya dalam beberapa tahun ke depan.

Hujan Sentimen Impit Rupiah. Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak terbatas dan cenderung mendatar pada bulan ini seiring dengan
tarik-menarik katalis positif dan negatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper