Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MI Gencar Terbitkan Produk Reksa Dana Terproteksi

Sepanjang 3 Juni hingga 28 Juli 2020, reksa dana terproteksi mendominasi jenis reksa dana yang ada dalam pendaftaran produk investasi di KSEI yakni 23 produk.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  21:57 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA—Manajer investasi gencar menerbitkan reksa dana terproteksi seiring dengan semakin maraknya korporasi yang menerbitkan surat utang atau obligasi di paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sepanjang 3 Juni hingga 28 Juli 2020, reksa dana terproteksi mendominasi jenis reksa dana yang ada dalam pendaftaran produk investasi di KSEI yakni 23 produk.

Adapun mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 16 Juli 2020, ada 30 perusahaan yang siap mencatatkan 36 instrumen obligasi dan sukuk di pasar modal, dengan catatan ada perusahaan yang menerbitkan lebih dari satu obligasi.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan jelang pertengahan tahun suplai obligasi korporasi memang kembali marak dengan rating atau peringkat yang cukup baik seperti A, AA, hinga AAA.

Dia mengatakan bulan ini saja pihaknya telah menerbitkan dua reksa dana terproteksi karena pilihan aset dasar yang tersedia mulai marak. Bahkan, hingga akhir tahun dia memasang target untuk menerbitkan satu reksa dana terproteksi setiap bulan.

“Kenapa ini kami lakukan? Karena kami lihat suplai dari obligasi sudah kembali dan ratingnya bagus-bagus,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya, kondisi ini berkebalikan dengan kondisi pada akhir Q1/2020 yang mana banyak penerbit obligasi menunda dan membataskan perilisan surat utangnya, baik karena undersubscribed maupun karena menunggu situasi pasar membaik.

Namun, derasnya suplai obligasi korporasi tak serta merta membuat penerbitan produk semakin mudah karena kini manajer investasi semakin ketat menyeleksi aset dasar. Rudiyanto menyebut saat ini pihaknya fokus pada obligasi dengan rating AA dan AAA saja.

“Karena dengan kondisi seperti ini, kami lihat kalau dia [rating obligasi] single digit masih ada rasa tidak nyaman dari investor,” tuturnya.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan pihaknya telah menerbitkan reksa dana terporteksi di akhir semester I/2020. Adapun dia kembali berniat untuk menerbitkan produk reksa dana terproteksi baru di semester II/2020 ini.

“[Akan menerbitkan] RDT Syariah bila ada underlying sukuk yang cocok dan masih mencari underlying yang tepat untuk reksa dana terproteksi konvensional” ujarnya.

Dia tak menyebut kriteria khusus untuk pemilihan aset dasar produknya. Menurutnya saat ini pihaknya tengah mencari perusahaan dengan fundamental yang kuat dengan rating antara A, AA, hingga AAA.

“Baik di [sektor] perbankan maupun indstri lain,” tukas Farash.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajer investasi reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top