Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Bisnis-27 Loyo, Hanya Saham MIKA yang Menguat

Setelah dibuka pada level 461,728, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah 1,75 persen atau 8,08 poin ke level 453,65.
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 tak mampu melanjutkan tren penguatan pada penutupan pasar akhir pekan ini, Jumat (24/7/2020), setelah parkir di zona hijau pada perdagangan sebelumnya.

Setelah dibuka pada level 461,728, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah 1,75 persen atau 8,08 poin ke level 453,65. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 453,65 hingga 461,728.  

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya Kamis (23/7/2020), indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,82 persen atau 3,74 poin ke level 461,728.

Dari 27 anggota konstituen indeks, hanya 1 emiten terpantau menguat, 2 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 24 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Penguatan indeks terutama hanya ditopang oleh emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) dengan kenaikan tipis 0,86 persen atau 20 poin ke level Rp2.340.

Sementara, saham emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) terpantau dalam posisi stagnan masing-masing di level Rp8.050 dan Rp2.270

Di sisi lain, saham emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menjadi pemberat indeks pada penutupan perdagangan hari ini dengan koreksi sebesar 4,95 persen atau 400 poin ke level Rp7.675.

Selain INKP, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) juga terpantau menjadi pemberat indeks dengan penurunan sebesar 4,95 persen atau 400 poin ke level Rp7.675. Adapun, periode ex dividen INDF jatuh pada hari ini, Jumat (24/7/2020) sehingga melihat dari trennya sangat wajar jika pergerakan sahamnya mengalami penurunan.

Berdasarkan besaran transaksi, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) adalah emiten anggota indeks yang paling banyak diperjualbelikan pada perdagangan hari ini. Hingga penutupan perdagangan, saham TLKM sudah ditransaksikan sebanyak Rp416,78 miliar dengan total jual bersih asing di pasar reguler mencapai Rp200,62 miliar.

Bersamaan dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpantau parkir pada zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG ditutup pada level 5.082,991, turun 1,21 persen atau 62,020 poin.

Di sisi lain, bursa Asia ternyata juga ditutup loyo pada akhir perdagangan. Indeks Jepang Nikkei 225 terpantau stagnan sedang indeks Hong Kong Hang Seng melemah 2,21 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper