Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 22 Juli: IHSG Selip, Rupiah Pantang Melemah

IHSG berbalik melemah pada perdagangan hari ini, sedangkan rupiah berhasil menguat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  23:00 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah di tengah pelemahan bursa Asia. Namun, nilai tukar rupiah berhasil memperpanjang apresiasinya terhadap dolar AS.

Sementara itu, harga emas dunia naik menembus level US$1.850 per troy ounce di tengah kekhawatiran tentang penularan infeksi Covid-19.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Rabu (22/7/2020):

IHSG 'Mager' di Atas 5.100, Aneka Industri dan Properti Membebani

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis 0,09 persen atau 4,52 poin ke level 5.110,19. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 5.099,57 – 5.142,04.

Sebanyak 6 dari 10 sektor pada IHSG ditutup melemah, dipimpin aneka industri (-1,19 persen) dan properti (-0,7 persen). Empat sektor lainnya mampu menguat, dipimpin pertambangan (+0,45 persen) dan infrastruktur (+0,36 persen).

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 1,6 persen dan 2,5 persen menjadi penekan utama IHSG.

Krisis Covid-19 Terancam Memburuk, Pasar Saham Deg-degan

Bursa Eropa melemah bersama bursa Asia, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan tentang penularan infeksi virus Corona (Covid-19).

Fokus investor selanjutnya tertuju pada negosiasi di AS antara kubu Republik dan Demokrat tentang rencana penyelamatan lebih lanjut untuk menopang ekonomi, setelah para pemimpin negara Uni Eropa mencapai kesepakatan terkait stimulus penanganan Covid-19.

“Memasuki Agustus, kemudian September, saya menjadi lebih khawatir tentang apa yang akan menjadi katalis berikutnya untuk membawa pasar bergerak lebih tinggi,” ujar ahli strategi lintas aset di Morgan Stanley, Andrew Sheets.

Rupiah Ditutup Menguat

Berbanding terbalik dengan IHSG, kurs rupiah mampu menambah penguatannya sebesar 91 poin atau 0,62 persen ke level Rp14.650 per dolar AS, setelah ditutup terapresiasi 44 poin di level Rp14.741 per dolar AS pada Selasa (21/7/2020).

Penguatan rupiah pada Rabu membawanya memimpin apresiasi di antara mata uang Asia yang rata-rata menguat moderat, seperti won Korea Selatan (+0,22 persen) dan dolar taiwan (+0,19 persen).

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, pasar merespons positif tercapainya kesepakatan para pemimpin Uni Eropa terkait paket penyelamatan ekonomi untuk menghadapi pandemi Covid-19.

“Selain itu, ada kabar positif dari Pfizer dan BioNTech yang melaporkan data awal positif seputar vaksin anti-corona yang mereka kembangkan,” tutur Ibrahim.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2020 terpantau menguat 11,90 poin atau 0,65 persen ke level US$1.855,80 per troy ounce pukul 19.41 WIB.

"Untuk emas, ini adalah cerita lama yang sama. Suku bunga riil lebih rendah dan kita mencapai level yang mendekati [level] krisis keuangan global,” ujar ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta melonjak Rp19.000 menjadi Rp982.000 per gram.

Adapun, harga pembelian kembali atau buyback emas naik tajam Rp18.000 menjadi Rp881.000 per gram dari harga sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top