Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jababeka (KIJA) Berharap Efek Bunga Murah BI Berdampak Pada Ekspansi Industri

Jababeka (KIJA) memmperkirakan dampak penurunan suku bunga akan terasa pada peningkatan penjualan perusahaan dalam semester II/2020 ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  13:39 WIB
Kawasan industri Jababeka, Cikarang. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. merupakan perusahaan pengembang lahan industri yang memiliki sejumlah lokasi pengembang kawasan, baik industri maupun pariwisata. Saat ini proyek perseroan tersebar di Cikarang, Tanjung Lesung, Kendal, dan Morotai. - jababeka.com
Kawasan industri Jababeka, Cikarang. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. merupakan perusahaan pengembang lahan industri yang memiliki sejumlah lokasi pengembang kawasan, baik industri maupun pariwisata. Saat ini proyek perseroan tersebar di Cikarang, Tanjung Lesung, Kendal, dan Morotai. - jababeka.com

Bisnis.com, JAKARTA –PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) mengharapakn penurunan suku bunga Bank Indonesia atau  BI 7 Day Repo Rate dapat membantu mendorong penjualan pada paruh kedua 2020 ini.

Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka Mulyadi Suganda menyatakan bahwa kebijakan bunga murah itu mendorong geliat investor untuk berekspansi.

“Kalau normatifnya, tentunya kebijakan Bank Indonesia itu akan berpengaruh terhadap suku bunga pinjaman. Tetapi tentunya hal itu akan disesuaikan lagi dengan kondisi masing-masing [konsumen],” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (21/7/2020).

Menurutnya, tidak seluruh pelaku industri langsung dapat memanfaatkan peluang suku bunga rendah. Pasalnya, banyak pelaku industri yang juga sedang terpukul akibat pandemi Covid-19 sehingga menunda investasi termasuk pembelian lahan industri.

Dia menyatakan peluang investasi lebih banyak dari pada pelaku industri di sektor tertentu yang memang diuntungkan oleh pandemi. Contohnya, produsen sepeda yang mengalami peningkatan permintaan di tengah pandemi.

Di sisi lain, dia mengharapkan penurunan suku bunga ini juga dapat mendorong permintaan atas produk-produk properti komersial dan residensial. Secara umum, menurutnya hal ini sudah mulai terlihat pada kuartal II/2020.

“Secara umum marketing sales kami pada kuartal II mengalami peningkatan dibandingkan kuartal I. Tidak terlalu besar, tetapi yang jelas ada peningkatan,” katanya.

Meski begitu, menurutnya peningkatan permintaan masih tertahan karena ketidakpastian dan kekhawatiran terhadap pandemi masih tinggi. Masyarakat dinilai masih cenderung menunda pembelian properti maupun ekspansi di kawasan industri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG jababeka
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top