Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Neraca Dagang Malah Bikin IHSG Berbalik Koreksi, Kok Bisa?

Pada penutupan perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 5.075,798, terkoreksi tipis 0,07 persen atau 3,324 poin.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  16:05 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan ditutup di zona merah, berbalik melemah pada perdagangan Rabu (15/7/2020), setelah dua perdagangan berturut-turut menetap di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 5.075,798, terkoreksi tipis 0,07 persen atau 3,324 poin. Padahal, pada pertengahan perdagangan, IHSG sempat melonjak ke level 5.116,464.

Adapun, dari total seluruh anggota konstituen, sebanyak 202 saham berhasil menguat, 206 saham melemah, dan 159 saham tampak tidak bergerak dari posisi pada perdagangan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, total frekuensi transaksi mencapai 627.077 kali dan nilai transaksi meningkat hingga Rp7,212 triliun. Investor asing tercatat net sell Rp651,92 miliar.

Dua saham bank BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) terpantu menjadi incaran aksi jual investor asing dengan nilai masing-masing sebesar Rp238,8 miliar dan Rp56,4 miliar.

Dengan demikian, BBRI terkoreksi 1,26 persen ke level Rp3.130 per saham dan BBNI melemah 0,21 persen ke level Rp4.710 per saham.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa pergerakan IHSG saat ini lebih didorong sentimen dalam negeri yang cenderung negatif.

“IHSG tidak ditutup di zona positif mengingat kalau dari domestik, kinerja neraca perdagangan Indonesia per Juni meskipun mengalami surplus tapi ternyata mengalami penurunan menjadi US$1,27 miliar dari US$2,16 miliar pada perilisan bulan lalu,” ujar Nafan kepada Bisnis, Rabu (15/7/2020).

Namun, dia menjelaskan IHSG berhasil hanya terkoreksi tipis didukung oleh tren penguatan di bursa luar negeri.

Untuk diketahui, indeks S&P/ASX 200 Australia menutup perdagangan hari ini dengan penguatan 1,88 persen di level 6.052,90.

Menyusul di belakangnya adalah indeks Topix Jepang yang naik 1,56 persen dan bertengger di angka 1.589,51. Sementara itu, bursa Kospi Korea Selatan juga ditutup di zona hijau setelah menguat 0,84 persen di level 2.201,88.

Bahkan, indeks futures AS pun juga masih bergerak di zona hijau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top