Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Menguat 0,67 Persen, Ikuti Tren Positif Bursa Asia

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG menanjak 0,67 persen atau 34,16 poin menuju 5.111,28. Terpantau 190 saham menguat, 36 koreksi, dan 115 stagnan.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (15/7/2020).

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG menanjak 0,67 persen atau 34,16 poin menuju 5.111,28. Terpantau 190 saham menguat, 36 saham koreksi, dan 115 saham stagnan.

Sebelumnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mendarat di zona hijau pada akhir perdagangan, Selasa (14/7/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG parkir di level 5.079,12 dengan kenaikan 14,67 poin atau 0,29 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 5.053,72 - 5.079,12. Artinya, IHSG ditutup di puncak rebound.

Tercatat 179 saham menguat, 225 saham melemah, dan 172 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp7,25 triliun.

Adapun, investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih Rp160 miliar. Hal ini memperpanjang rentetan net sell sepanjang 2020 sebesar Rp16,5 triliun.

Institution Research Team MNC Sekuritas menjelaskan bahwa IHSG ditutup menguat tipis 0,3 persen ke level 5.079 pada Selasa (14/7/2020). Indeks diperkirakan sedang berada di awal wave [c] dari wave 5.

“Diperkirakan IHSG masih berpeluang untuk menguji resistance di 5.111 terlebih dahulu, kemudian level 5.140 dan selanjutnya akan melanjutkan penguatannya ke area 5.200-5.300. Sekalipun IHSG terkoreksi, kami perkirakan akan berada pada area 5.020,” ujar Institution Research Team MNC Sekuritas melalui riset harian, Rabu (15/7/2020).

Institution Research Team MNC Sekuritas memprediksi indeks akan bergerak dengan level support 5.009 dan 4.973. Sementara itu, resistance berada di level 5.111 dan 5.140.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 14,67 poin ke level 5.079 penutupan Selasa (14/7/2020). Emiten produsen semen dan obat menjadi pendorong penguatan indeks.

Kendati demikian, Lanjar menyoroti IHSG bergerak berat sejak awal sesi perdagangan. Investor dinilai menunggu isyarat positif dari data neraca perdagangan beserta aktivitas ekspor dan impor serta indeks keyakinann bisnis Juni 2020.

Dia menjelaskan bahwa IHSG bergerak dalam pola wedges dengan pergerakan menguat pada tren positif dalam jangka menengah. Indikator Stokastik yang bergerak terkonsolidasi setelah terjatuh di area overbought, tetapi sinyal RSI masih berpeluang menguat secara momentum.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan support resistan 5.050-5.135,” ujarnya melalui riset harian yang dikutip Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, Pasar Asia merespon kabar pengembangan vaksin untuk virus corona dengan positif dengan bergerak ke zona hijau.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (15/7/2020), indeks Kospi Korea Selatan langsung melesat 1,2 persen pada pembukaan perdagangan. Hal ini juga dikuti oleh indeks Topix Jepang yang dibuka menguat 0,9 persen.

Sementara itu, pasar Australia juga menunjukkan respon positif setelah indeks S&P/ASX 200 menguat tipis 0,3 persen. Sedangkan pasar berjangka S&P 500 dibuka naik 0,9 persen hingga pukul 09.01 waktu Tokyo, Jepang.

Perdagangan hari ini ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi yang berasal dari kucuran stimulus pemerintah dan bank sentral. Hal ini dinilai menekan kekhawatiran pasar terhadap kasus-kasus positif virus corona yang baru di dunia.

Seiring dengan kenaikan angka kasus positif tersebut, sejumlah negara telah memberlakukan pembatasan sosial pada beberapa wilayah guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Matt Miskin, Co-Chief Investment Strategist di John Hancock Investment Management.menyatakan, sentimen pengembangan vaksin virus corona dan lonjakan kasus positif pandemi ini masih mendominasi perdagangan pasar global dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerbitkan peraturan yang mengakhiri perlakuan khsusus AS untuk Hong Kong. Ia juga menandatangani peraturan yang memperbolehkan AS menindak para pejabat China yang dianggap menekan aksi demonstrasi di Hong Kong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper