Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masyarakat Makin Melek Investasi, SUN Ritel Makin Digemari

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Seri 017 laris diburu investor. Jumlah pemesanan melampaui target. Ternyata 56 persen investor tidak pernah absen membeli SUN Ritel sejak seri pertama diterbitkan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  20:23 WIB
Banner iklan ORI017. Pemesanan ORI017 masih bisa dilakukan hingga 9 Juli 2020 mendatang. Pemerintah menaikkan target penerbitan menjadi Rp15 triliun menyusul animo investor yang tinggi. - kemenkeu.go.id
Banner iklan ORI017. Pemesanan ORI017 masih bisa dilakukan hingga 9 Juli 2020 mendatang. Pemerintah menaikkan target penerbitan menjadi Rp15 triliun menyusul animo investor yang tinggi. - kemenkeu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — Investor surat utang negara (SUN) ritel ternyata memiliki kecenderungan untuk melakukan pembelian berulang atau repeat order. Di sisi lain, jumlah investor baru juga meningkat.

Berdasarkan data Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sejak penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 18.784 investor yang membeli SUN Ritel lebih dari 1 kali (repeating investors). Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 persen investor bahkan tidak pernah absen membeli SUN Ritel termasuk ORI017.

Adapun pada penjualan ORI017, investor baru mendominasi pembelian ORI seri ini yakni sebesar 56 persen atau 23.949 orang dari total investor yang mencapai 42.723 orang. 

Sementara secara volume pembelian, nominal pembelian investor baru sebesar Rp8,8 triliun atau 48 persen dari total nominal pembelian ORI017 yang mencapai Rp18,33 triliun.

Plt. SUN DJPPR Deni Ridwan mengatakan ada tiga aspek utama yang memengaruhi tingginya animo masyarakat dalam pembelian ORI017. Aspek pertama, sisi keamanan karena ORI merupakan produk investasi yang diterbitkan pemerintah sehingga terjamin pembayaran pokok dan kuponnya. Di samping itu, imbal hasil yang ditawarkan juga menarik.

“Lalu aspek kedua adalah kenyamanan, terutama bagi generasi rebahan ya, karena di tengah kondisi pembatasan sosial, proses pemesanan ORI017 yang dapat dilakukan di rumah saja atau secara online,” katanya dalam sesi diskusi via Live Instagram, Senin (13/7/2020).

Kemudian ketiga adalah aspek kepedulian sosial sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk bergotong-royong bersama pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19. “Jadi ibaratnya sambil berinvestasi sekaligus menjadi pahlawan pembiayaan negara,” tukas Deni.

Sebelumnya, Deni mengungkapkan animo masyarakat untuk berinvestasi di ORI017 sangat tinggi. Hal itu tercermin selama masa penawaran yang berlangsung 1 bulan sejak 15 Juni 2020 hingga 9 Juli 2020. Total pemesanan hingga 9 Juli 2020 pukul 13.00 WIB mencapai Rp18,33 triliun atau melampaui target Rp15 triliun.

“Tingginya animo masyarakat terhadap ORI017 menunjukkan bahwa obligasi negara ritel merupakan instrumen investasi yang sesuai dengan kondisi saat ini di mana masyarakat mencari instrumen investasi yang aman, terjangkau, dan dapat diakses dimana pun mereka berada,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi obligasi ritel indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top