Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Perusahaan PHK Karyawan, Minyak Mentah Melemah

Wells Fargo & Co. mengumumkan PHK besar-besaran akibat pandemi Covid-19, sementara United Airlines juga sebelumnya mengumumkan perampingan personil.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  05:51 WIB
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California -  Bloomberg / David Paul Morris
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California - Bloomberg / David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah melemah ke level terendah dalam lebih dari satu pekan terakhir di tengah lonjakan kasus virus corona dan serangkaian laporan rencana PHK perusahaan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Agustus ditutup melemah 3,1 persen atau US$1,28 ke level US$39,62 per barel pada perdagangan Kamis (9/7/2020) di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak jenis Brent untuk kontrak September juga ditutup melemah 0,94 poin ke level US$42,35 per barel. Di pasar fisik, harga minyak mentah WTI sulfur rendah untuk ekspor berada di level US$1,30 per barel di atas kontrak berjangka.

Wells Fargo & Co. mengumumkan PHK besar-besaran akibat pandemi Covid-19, sementara United Airlines juga sebelumnya mengumumkan perampingan personil.

Pada saat yang sama, ladang minyak Messla dan kilang Sarir di Libya timur memulai kembali produksi, dan berpotensi meningkatkan pasokan global ketika permintaan masih melemah.

"Pasar cenderung lesu saat ini, sehingga kita sadar bahwa kita mungkin akan kita terjebak dalam kondisi ini lebih lama dari yang kita perkirakan," ujar anggota pengelola program makro global di Tyche Capital Advisors LLC, Tariq Zahir.

"Saat ada berita ekonomi negatif, bersama dengan lebih banyak berita negative seputar virus corona, semuanya akan turun dan akan ada aksi jual seperti yang kita lihat hari ini," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Rebound minyak mentah patokan A.S. dari wilayah negatif pada bulan April telah dibatasi oleh kelebihan pasokan AS yang terus-menerus dan meningkatnya kasus virus corona di seluruh AS. California dan Texas mencatat peningkatan kasus dan kematian harian terbesar pecan ini, sementara persediaan minyak mentah berada di dekat level tertinggi.

Permintaan bahan bakar AS juga cenderung lesu. Konsumsi bensin musiman masih di level terendah dalam beberapa dekade dan stok bahan bakar diesel di level tertinggi sejak 1983. Goldman Sachs Group Inc. lebih merekomendasikan pembelian minyak berjangka Brent dibandingkan West Texas Intermediate ketika cadangan minyak AS meningkat.

Sementara itu, pemangkasan pekerjaan oleh Wells Fargo dan lainnya, serta perampingan United Airlines Holdings Inc., tidak hanya mengancam pemulihan ekonomi, namun juga dapat mengurangi permintaan bahan bakar.

“Ada puluhan ribu orang di-PHK sehingga lebih banyak yang berhenti mengemudi," kata mitra di Again Capital LLC, John Kilduff.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top