Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja membersihakan lantai di depan patung William Soeryadjaya, pendiri Astra. - Antara / Hafidz Mubarak A
Premium

Historia Bisnis: Gebrakan Astra Group dan Siasat Para Pendiri   

08 Juli 2020 | 23:53 WIB
Astra mendapatkan pinjaman dari IFC untuk ekspansi bisnis.

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah PT Astra International bertambah cepat setelah perusahaan melakukan beragam aksi korporasi untuk menjaga bisnis tetap optimal.

Pada tahun ini, Astra menuntaskan dua aksi korporasi sekaligus. Di semester I/2020, Astra melakukan penyelesaian transaksi Bank Permata dengan Bangkok Bank. Dari transaksi ini Astra meraup uang tunai sekitar Rp37 triliun.  Selanjutnya, pada tahun ini juga perusahaan akan menjadi pemegang saham 100 persen Astra Life setelah menebusnya dari Aviva.

Langkah agresif Astra bukan kali pertama terjadi. Dalam rekaman Bisnis Indonesia, hari ini, 31 tahun lalu perusahaan juga mencatatkan langkah agresif. Dalam laporan 8 Juli 1989 itu, Bisnis menurunkan tulisan berjudul ‘Astra Lakukan Gebrakan Setelah Disuntik Dana’.

Dalam laporan tersebut PT Astra Internasional melakukan gebrakan di berbagai sektor menyusul ditandatanganinya persetujuan penyertaan modal dan pemberian pinjaman sebesar US$37,5 juta dari International Finance Corporation (IFC).

William Soeryadjaya, pendiri Astra yang juga presiden komisaris perusahaan menyebutkan pihaknya akan membawa distributor alat berat PT United Tractor ke lantai bursa. Perusahaan juga melakukan perluasan investasi dan pembangunan pabrik mesin mobil dan sepeda motor, rencana pendirian proyek industri kehutanan terpadu di papua dan peningkatan peran sektor agrobisnis dalam lini bisnis Astra.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top