Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Darya-Varia Laboratoria (DVLA) Tebar Dividen Rp119,84 Miliar

Tahun lalu laba bersih Darya-Varia mencapai Rp221,78 miliar sedangkaan dividen yang akan dibagikkan tahun ini mencapai 54 persen dari laba bersih 2019.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  10:40 WIB
PT Darya Varia Laboratoria Tbk.  - darya/varia.info
PT Darya Varia Laboratoria Tbk. - darya/varia.info

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp70 per saham sesuai dengan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, Darya Varia sudah membagikan dividen interim sebesar Rp37 per saham pada 21 November 2019. Pemberian dividen tunai ini menambah total dividen yang dibagikan perseroan untuk tahun buku 2019, yaitu sebesar Rp107 per saham. 

Jika merujuk pada total saham perseroan yang beredar yakni 1,12 miliar lembar saham, maka secara keseluruhan perseroan akan membagikan dividen Rp119,84 miliar untuk tahun buku 2019.

Sebagai gambaran, emiten berkode saham DVLA tersebut mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 10,53 persen secara tahunan menjadi Rp221,78 miliar sepanjang tahun 2019. Walhasil rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) mencapai 54 persen.

Pada tahun lalu, perseroan juga membagikan dividen tunai dengan nominal yang sama yakni Rp107 per saham atau Rp119,84 miliar. Adapun, laba bersih produsen multivitamin Enervon-C untuk tahun buku 2018 adalah sebesar Rp200,65 miliar. Rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2018 adalah 59,72 persen, lebih tinggi dari DPR tahun buku 2019.

Darya-Varia Laboratoria menyatakan perseroan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan yang solid di tengah kondisi industri farmasi yang penuh tantangan. 

Pendapatan bersih perseroan yang juga dilaporkan naik sebesar 6,67 persen menjadi sebesar Rp1,7 triliun, didorong oleh kenaikan penjualan di seluruh segmen bisnis, yaitu obat resep, consumer health, serta bisnis ekspor dan toll manufacturing.  

Bisnis obat resep membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 6 persen menjadi Rp615 miliar pada 2019, yang menyumbang 33,9 persen pada total pendapatan perseroan. 

Adapun segmen consumer health membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 7 persen menjadi Rp756 miliar pada 2019, dan berkontribusi 41,7 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Sementara itu bisnis ekspor dan toll manufacturing membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 7 persen menjadi Rp442 miliar pada 2019, menyumbang 24,4 persen terhadap total pendapatan perseroan pada tahun 2019.

”Selama 5 tahun terakhir, perseroan juga berhasil menjaga momentum pertumbuhan kinerja utamanya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan untuk pendapatan bersih sebesar 10,4 persen, pendapatan operasional sebesar 25,5 persen, dan laba bersih sebesar 22,1 persen,”  tulis manajemen dalam rilis pers yang diterima Bisnis, Selasa (7/7/2020)”.

.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top