Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diterpa Banyak Tekanan, Rupiah Melemah 2 Persen dalam Sepekan

Sepanjang satu pekan ini rupiah melemah hingga 2,08 persen, jauh di bawah kinerja mata uang Asia lainnya. Sejak 11 Juni 2020 hingga saat ini, rupiah belum mampu menembus level penguatan di bawah Rp14.000 per dolar AS.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  18:55 WIB
Karyawati menghitung uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampak tidak bertenaga di saat mayoritas mata uang Asia berhasil menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2020) rupiah berada di posisi Rp14.523 per dolar AS, melemah 0,99 persen atau 145 poin. Kinerja itu menjadi yang terlemah di antara mata uang Asia, tepat di bawah baht yang melemah 0,2 persen.

Tidak hanya itu, rupiah telah berada di zona merah selama tujuh hari perdagangan berturut-turut. Dengan demikian, sepanjang satu pekan ini rupiah melemah hingga 2,08 persen, jauh di bawah kinerja mata uang Asia lainnya. 

Padahal, dalam tiga bulan terakhir kinerja rupiah berhasil jauh memimpin mata uang Asia lainnya, yaitu menguat 13,13 persen. Sepanjang tahun berjalan 2020, rupiah bergerak melemah 4,5 persen.

Rupiah sempat menguat hingg di bawah level Rp14.000 per dolar AS. Namun, sejak 11 Juni 2020 hingga saat ini, rupiah belum mampu menembus level penguatan di bawah Rp14.000 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan rupiah masih dibayangi oleh kekhawatiran pasar terhadap penambahan kasus positif Covid-19 yang tidak kunjung reda.

Dalam 10 hari terakhir, penambahan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) di dalam negeri selalu lebih dari 1.000 per hari. Selama 14 hari ke belakang, rata-rata penambahan kasus adalah 1.188 orang per hari.

Angka rata -rata itu naik dibandingkan 14 hari sebelumnya yaitu 996 orang per hari. Akibatnya, kurva kasus corona di Indonesia melengkung ke atas alih-alih melandai.

Namun, secara bersamaan kondisi politik dalam negeri menunjukkan sinyal tidak kondusif menyusul komentar Presiden Joko Widodo pada pekan ini terkait perombakan (reshuffle) kabinet,

“Presiden Joko widodo kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kurang populer. Kebijakan tersebut bisa saja berupa pergantian/ reshuffle para pembantunya berupa lembaga-lembaga yang kurang produktif atau merombak kabinetnya,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (3/7/72020).

Dia memprediksi rupiah masih akan melemah pada perdagangan pekan depan, yaitu bergerak di kisaran Rp14.525 hingga Rp14.600 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top