Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dian Swastatika (DSSA) Kaji Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan

Dian Swastatika memiliki dua proyek pembangunan Independent Power Producer (IPP) PLTU yaitu, Kalteng-1 dan Kalteng-3 berkapasitas 2 x 100 MW. Setelah proyek ini rampung perseroan bakal melanjutkan ekspansi ke energi terbarukan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  17:06 WIB
Dian Swastatika Sentosa Tbk.
Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT Dian Swastatika Sentosa  Tbk., tengah mengkaji untuk ekspansi di lini bisnis energi terbarukan.

Corporate Secretary Dian Swastika Sentosa Susan Chandra mengatakan bahwa setelah dua proyek power plant atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang tengah digarap siap rampung pada tahun ini, perseroan siap melanjutkan ekspansi lainnya.

“Ke depan perseroan akan tetap fokus untuk menjalankan proyek energi, tetapi termasuk juga mengkaji peluang di bisnis energi terbarukan,” ujar Susan kepada Bisnis, Kamis (2/7/2020).

Kendati demikian, Susan tidak menjelaskan lebih lanjut terkait energi terbarukan yang dimaksud itu. Untuk diketahui, saat ini perseroan memiliki dua proyek pembangunan Independent Power Producer (IPP) PLTU yaitu, Kalteng-1 dan Kalteng-3 berkapasitas 2 x 100 MW.

Per 31 Desember 2019, progres pembangunan IPP Kalteng-1 sudah mencapai 98 persen. Dari total alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan tahun ini sebesar US$160 juta, sebagian besar digunakan untuk pembangunan IPP Kalteng-1.

Selain itu, untuk proyek IPP Kalteng-3 saat ini sudah dalam tahap penyelesaian pembangunan dan menuju tahap persiapan operasi.

Untuk diketahui, selain dua proyek PLTU tersebut, emiten Grup Sinarmas itu telah memiliki dua proyek pembangkit listrik lainnya yaitu IPP PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2X150 MW yang telah beroperasi pada Desember 2016 dan IPP PLTU Kendari-3 berkapasitas 2X50 MW yang telah beroperasi pada Oktober 2019.

Pasokan batu bara yang dibutuhkan oleh seluruh PLTU milik perseroan akan berasal dari kombinasi pihak internal dan eksternal.

Kebutuhan batu bara terbesar dimiliki oleh IPP PLTU Sumsel-5, yaitu sekitar 2 juta ton per tahun sedangkan IPP PLTU Kalteng-1 butuh sekitar 1,5 juta ton per tahun, dan IPP PLTU Kendari-3 sekitar 500.000 ton per tahun.

Sementara itu untuk bisnis multimedia, selain pengembangan jaringan, perseroan melalui entitas anak terus berupaya untuk meningkatkan penetrasi pasar.

Hal itu akan dilakukan antara lain dengan meningkatkan kualitas layanan, perluasan area layanan, penawaran ragam produk yang sesuai kebutuhan pasar dengan harga produk yang kompetitif, dan peningkatan layanan pelanggan.

Sambil menyelam minum air, emiten berkode saham DSSA itu juga tampak memperkuat lini bisnis power plant di tengah upaya diversifikasi bisnis. Hal itu tercermin dari belum lama ini perseroan meningkatkan modal di entitas anak PT DSSP Power Mas Utama.

PT DSSP Power Mas Utama didirikan pada 2014 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan listrik dan bisnis pendukung. DSSP Power Mas Utama memiliki anak usaha PT DSSP Power Sumsel Dua yang mengoperasi IPP PLTU Sumsel-5.

DSSA sebelumnya menaruh modal sebesar Rp1,77 triliun lalu naik 65,12 persen menjadi Rp2,93 triliun. Dengan begitu induk perseroan memiliki 2,90  juta saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinarmas Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top