Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Sesi I, IHSG Menguat 0,66 Persen, Net Sell Tembus Rp135 Miliar

Hingga akhir sesi I, IHSG menguat 0,66 persen atau 32,24 poin menjadi 4.946,62, setelah bergerak di rentang 4.914,39 - 4.964,58.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  11:40 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan menguat pada perdagangan Kamis (2/7/2020) seiring dengan peningkatan bursa global.

IHSG dibuka menguat persen 0,28 persen atau 13,73 poin menjadi 4.928,12. Terpantau 110 saham menguat, 32 saham melemah, 82 saham stagnan.

Hingga akhir sesi I, IHSG menguat 0,66 persen atau 32,24 poin menjadi 4.946,62, setelah bergerak di rentang 4.914,39 - 4.964,58.

Terpantau 192 saham menguat, 190 saham melemah, dan 141 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp3,71 triliun dengan net sell Rp135,56 miliar.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau dengan menguat 8,99 poin atau 0,18 persen pada perdagangan Rabu (1/7/2020).

Pergerakan indeks kemarin cenderung ekstrem. Begitu pasar dibuka, IHSG melesat ke level tertingginya 4.928,61. Namun penguatan itu tak berlangsung lama dan indeks anjlok ke zona merah meski sempat sedikit menguat kembali.

Kemudian sepanjang perdagangan indeks tertahan di zona merah dengan rentang pergerakan di level 4.905,39—4.885,60. Adapun jelang pasar ditutup, indeks tiba-tiba rebound dan mengakhiri lajunya di level 4.914,38.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan data inflasi maupun inflasi inti di Tanah Air yang mengalami penurunan merupakan sentimen yang menjadi penghalang bagi IHSG untuk mengalami kenaikan signifikan pada Rabu.

Namun, data-data Purchasing Managers’ Index atau indeks PMI dari negara-negara dengan perekonomian maju yang menunjukkan tren positif memberikan sentimen yang bagus bagi IHSG sehingga bisa ditutup di zona positif.

“Market mengapresiasi kenaikan harga komoditas dunia,” ujar Nafan.

Pada Kamis (2/7/2020), Nafan menyampaikan berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua IHSG memiliki kisaran level 4.865,27 hingga 4.778,71.

Lebih lanjut, Nafan mengungkapkan resistance pertama maupun kedua memiliki kisaran 4.975,54 dan 5.097,14. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif sementara Stokastik dan RSI berada di area netral.

“Kendati demikian, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top