Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pandemi Bikin Penjualan Seret, Ini Strategi Mega Perintis (ZONE) untuk Jaga Kinerja

Perseroan melakukan sejumlah strategi antara lain memperkuat penjualan secara daring baik melalui marketplace maupun web online store perseroan.
Direktur Independen PT Mega Perintis Tbk Luki Rusli (dari kiri), berbincang dengan Direktur Utama FX Afat Adinata Nursalim, Direktur Verosito Gunawan, dan Direktur Cuntoro Kinardi sebelum paparan publik di Jakarta, Senin (24/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Direktur Independen PT Mega Perintis Tbk Luki Rusli (dari kiri), berbincang dengan Direktur Utama FX Afat Adinata Nursalim, Direktur Verosito Gunawan, dan Direktur Cuntoro Kinardi sebelum paparan publik di Jakarta, Senin (24/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel, garmen dan trading PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) telah melakukan sejumlah strategi untuk bertahan di tengah perlambatan kinerja akibat terdampak pandemi Covid-19.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen emiten bersandi ZONE itu mengatakan penurunan laba bersih dipengaruhi oleh penurunan penjualan mulai dirasakan saat awal kasus Covid-19 pertama kali diumumkan.

“Ini karena masyarakat mengikuti himbauan Pemerintah untuk diam di rumah atau pembatasan aktivitas dan jaga jarak, serta perubahan pola belanja pelanggan yang lebih memprioritaskan pembelian kebutuhan pokok dan medis,” demikian tulis manajemen perseroan seperti dikutip Bisnis, Selasa (30/6/2020)

Untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut, perseroan melakukan sejumlah strategi antara lain memperkuat penjualan secara daring baik melalui marketplace maupun web online store perseroan.

Perseroan yang mengoperasikan gerai “Manzone” ini juga membuatkan e-katalog produk-produk mereka agar dapat dijual langsung oleh reseller yang terdiri atas karyawan dan pihak ketiga. 

Adapun sebagai pengalihan produksi anak usaha yang biasanya menjahitkan pakaian, ZONE memproduksi dan menjual masker kain non medis.

Selain itu, untuk menjaga arus kas, perseroan mengajukan kebijakan diskon sewa dan biaya pelayanan toko kepada pihak mall dan pusat perbelanjaan.

“Strategi-strategi lainnya masih sama dengan penjelasan kami pada penjelasan sebelumnya untuk informasi atau fakta material dampak pandemi Covid-19 pada tanggal 29 Mei 2020,” tutup perseroan.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, melaporkan bahwa pihaknya merumahkan 2.226 orang karyawannya dengan rincian 284 pegawai terdampak yakni dengan pemotongan gaji. Total, perseroan saat ini hanya memiliki 1.005 karyawan berstatus tetap dan tidak tetap.

Saat itu, perseroan memproyeksi penurunan laba bersih lebih dari 75 persen secara tahunan dan 25 persen pada kuartal awal 2020 akibat dari penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia pada kuartal pertama tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper