Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

​​​Telkom Bakal Fokus Genjot Lini Bisnis yang Menguntungkan

Telkom mengaku tidak terlalu bergantung pada salah satu segmen bisnis. Jika terjadi pelemahan di salah satu segmen, akan diimbangi dengan pertumbuhan di segmen lainnya.
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, Jakarta — PT Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk. bakal memprioritaskan lini bisnis yang memiliki pertumbuhan moncer sebagai penggerak kinerja perseroan ke depannya. Segmen tersebut antara lain digital business dan fixed broadband.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan pada dasarnya Telkom memiliki portofolio bisnis yang beragam, sehingga tidak terlalu bergantung pada salah satu segmen bisnis. Jika terjadi pelemahan di salah satu segmen, akan diimbangi dengan pertumbuhan di segmen lainnya.

“Kami memprioritaskan lini bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik disertai upaya-upaya untuk memperoleh pendapatan yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan margin profitabilitas dan menjaga pertumbuhan kinerja Perseroan yang sustainable ke depan,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Selasa (30/6/2020)

Menurutnya, meski dalam kondisi persaingan yang ketat di industri telekomunikasi, Telkom terus membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed line guna menjamin pertumbuhan bisnis di masa depan.

“Hal ini ditunjukkan dari nilai penyerapan belanja modal perseroan di kuartal 1/2020 sebesar Rp3,7 triliun,” imbuhnya.

Dia juga menyebut segmen digital business dan fixed broadband disebut sebagai penggerak utama kinerja Telkom pada kuartal I/2020. Pasalnya, kedua segmen tersebut mencatatkan pertumbuhan dua digit yakni masing-masing 16,3 persen dan 19,7 persen. 

Sebagai informasi, TLKM mencatat pendapatan konsolidasi kuartal I/2020 sebesar Rp34,19 triliun. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat Rp18,76 triliun dengan Laba Bersih sebesar Rp5,86 triliun.

Pada segmen lainnya yakni mobile, Telkom melalui entitas anak Telkomsel, menunjukkan kinerja bisnis digital yang semakin baik dengan pendapatan sebesar Rp15,83 triliun yang didorong oleh pendapatan Data dan Digital Services, dengan total kontribusi sebesar 70,6 persen dari total pendapatan Telkomsel atau meningkat dari kontribusi sebesar 61,4 persen di tahun lalu. 

Hal ini, ujar Ririek, tidak lepas dari besarnya basis pelanggan sebesar 162,6 juta pelanggan, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 105,1 juta pelanggan. Rerata konsumsi layanan data juga meningkat signifikan 42,4 persen menjadi 6.533 MB per pelanggan, sehingga lalu lintas data juga terus meningkat 41,7 persen menjadi 1.996.842 Terabyte. 

Adapun secara operasional, selama kuartal I/2020, Telkomsel telah membangun lebih dari 7.088 Base Transceiver Station (BTS) yang seluruhnya berbasis 4G. 

Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 219.323 unit dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 169 ribu unit atau 77,1 persen dari total keseluruhan.

Sementara itu layanan fixed broadband IndiHome terus mempertahankan kinerja yang semakin kuat dengan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun. Jumlah pelanggan IndiHome pada kuartal pertama 2020 pun tumbuh 31,4 persen year on year menjadi 7,3 juta pelanggan. 

Pun, sebagai upaya mempertahankan posisinya sebagai market  leader, IndiHome telah mengeluarkan paket yang lebih terjangkau (affordable) untuk menyasar segmen pelanggan yang lebih luas lagi  guna meningkatkan penetrasi fixed broadband di Indonesia.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business juga disebut menunjukkan kinerja yang baik, dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,36 triliun atau tumbuh 15,1 persen dari tahun sebelumnya. 

Sementara itu untuk segmen Enterprise, hingga saat ini perseroan tetap menjalankan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental yang diikuti perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi dengan capaian pendapatan Rp4,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper